Artikel Bebas

Nulis lagi…

Harus diakui, sangat sulit menjaga konsistensi dalam menulis dalam bentuk blog seperti ini… bukan hanya karena kesibukan riset yang menggila, tapi juga terkadang, banyak aktivitas yang amat sangat menyita waktu. Saat ini, ada beberapa amanah yang saya pegang, gimana perasaan saya saat ini, ikuti tulisan di bawah ini, hehe…

Sebelum menyajikan apa2 aja yang saat ini sedang dilakukan, saya mau cerita sedikit tentang salah satu buku yang saya baca, Mencintai Indonesia dengan Amal, karya Eep Syaifulloh Fatah. Bukan isi buku nya yang historical dan penuh kecemasan penulis yang ingin saya ulas, tapi lebih kepada urut waktu penulisan buku tersebut. kalo diperhatikan, seorang Eep yang saat itu sangatlah super sibuk (era reformasi/turunnya Alm. Pa Harto), beliau masih menyempatkan diri utk menulis, paling tidak satu tulsian setiap minggunya. dalam perjalanan hidupnya (long journey), apa yang dilihat, didengar dan dirasakan oleh Eep menjadi sebuah tulisan historis yang cukup mampu menggambarkan kondisi sosial dan politik saat itu… karena itu, mengingatkan kepada diri saya sendiri, dan teman2 pembaca, tulisan kita, adalah sejarah hidup kita, dengan menuliskannya, banyak hal yang bisa dipelajari oleh kita, dan orang lain yang membacanya.

okeh, kita kembali ke topik awal… secara keseluruhan, saya merasa, banyak tanggung jawab, berarti banyak tuntutan yang membuat kita banyak belajar. Belajar dari proses merencanakan, melakukan/eksekusi dan juga mengevaluasi (terkadang menyesali, hehe) yang sudah kita lakukan. Untuk urusan lab, saat ini saya diamanahi beberapa tugas: menjadi manajer lab yang bertugas mensupervisi seluruh kegiatan lab; membuat program2 yang bertujuan agar lab member bisa belajar dan melakukan riset dengan baik; sampai mengatur keuangan lab termasuk di dalamnya mengatur salary seluruh anggota lab. Seru juga, megang uang jutaan won (1 won sekitar 9 rupiah), dan kalau mau apa2 tinggal gesek, pesan on line, nyuruh2 anak s1 utk beli barang (ups, bossy banget, hehe). Seru bro… perasaan seru ini tentunya di dampingi oleh tanggu jawab yang tidak kalah ‘seru’nya. Di saat ada alat rusak/ga berfungsi, mau beli barang keperluan lab, ada anak S1 yang ‘ga bener’, calon mahasiswa yang terhambat/terlambat datang, ada rapat ketua2 lab, eksperimen anak2 s1 dlsb yang tidak bisa disebutkan satu persatu, dua dan tiga,,, semua tinggal bilang: “Andy,,, please bla bla bla….”. Apalagi kalo si Bos (Prof Baek), yang selalu (sering) bertanya pertanyaan yang sangat singkat: “Why?” . Secara keseluruhan, saya bersyukur dengan tanggung jawab tersebut. Banyak hal yang saya pelajari.

Amanah lain, kebetulan saya jadi ketua pelajar korea wilayah 3. Saya tulis kebetulan karena pada proses pemilihannya, ada 3 orang yang diajukan oleh anggota perhimpunan pelajar Indonesia di Korea (PERPIKA), dan sayangnya, dua orang kandidat lain lebih dahulu mengundurkan diri. Saat itu dengan perasaan kalah (kalah cepat mengundurkan diri), saya harus meneguhkan hati maju sebagai calon tunggal. Saya pikir, saat itu, tidak ada pilihan lain, harus maju terus dan merubah mindset dari: sama sekali tidak tertarik utk terlibat aktif dalam kegiatan perpika, menjadi harus mulai mencintai dan serius memikirkan organisasi tersebut. Cukup genting saat itu, intinya saya harus maju! jadi teringat pertanyaan ketua perpika sebelumnya waktu saya maen ke lab beliau. namanya mas Lilik. beliau bilang: “Boy nanti kamu gantiin saya ya jadi lurah”. dengan penuh keseriusan saya jawab dan dari lubuk hati yang paling dalam: “saya ga tertarik mas…”. mas Lilik diam saja saat itu, mas Sugeng yang saat itu ada di sana agak2 kesel juga dengan jawaban ‘kurang sopan’ tersebut… tapi saya jujur, saat itu saya tidak tertarik sama sekali. Karena sejak awal saya samapai di negeri ginseng ini, sudah memendam tekad: ga mau gw ikut2 organisasi lagi… hehe, bocor nih tekad.

Setelah menjalani beberapa minggu terpilih menajdi ketua, saat itu, saya sadar, saya wajib menjadi ketua yang baik dan menjalankan amanah itu dengan sebaik2nya dan penuh semangat. harus serius tapi tetep fun (jadi inget fun dan mengakar, hehe). bismillah, harus sungguh2 disana. dan secara keseluruhan, saya bersyukur dengan tanggung jawab tersebut. Banyak hal yang saya pelajari.

Kesibukan terakhir, ini yang sangat menyita waktu, perhatian dan tenaga. Riset dan project yang bergelimangan di sini. untuk bulan Spetember ini saja, paling tidak saya harus siap dengan 1 paper utk internasional conference di ITB bulan depan dan satu abstract yang harus di submit utk internasional confernce di Austria. hehe, jangan Ge eR dulu ya boy, itu yang ke Austria, kalo abstractnya di terima, kayanya ga mungkin banget deh Prof akan ngajak lo, hehe… ya ga papalah. Akhir bulan ini juga, sample yang diharapkan harus jadi. Gile, waktu aja tinggal satu minggu cing… dan tadi dah running alatnya, gagal algi, huhuhu… sabar. satu lagi yang ketinggalan sih, tapi ini bisapake paper yang utk di ITB, saya harus nyiapin satu paper utk presentasi 3 bulanan lab… sabarrr booyyy. Secara keseluruhan, saya bersyukur dengan tanggung jawab tersebut. Banyak hal yang saya pelajari.

tapi kalo disaadari, itu tidaklah seberapa. masih banyak orang yang jauh lebih sibuk dari saya… dan mereka bisa melaksanakannya dengan baik. sehingga dengan segala macam kondisi yang saya hadapi, saya hanya bisa mengatakan: hargailah waktu, karena dia tidak akan berulang dan syukurilah apa2 yang kita hadapi, dan kerjakan semuanya dengan senyuman, kerja yang keras, cerdas dan juga ikhlas.

salam

Advertisements

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

My thoughts in Twitter: @andytirtaboy

Advertisements
%d bloggers like this: