Indonesia, International, My Thoughts, Sosial & Politik

pacific forum CSIS: Korea

OKe, ini cerita yang jarang2 nih, hehehe….

kemaren aye ikut sebuah acara yang digagas oleh pacific forum. Acara kemarin bertemakan hal yg menarik, yaitu mengenai strategi Korea dalam menginternasionalisasikan negaranya melalui sebuah konsep: Global Korea. Global Korea ini sendiri adalah sebuah kebijakan yang dibuat oleh Presiden Lee Myung Bak (2MB,,, di Korea, dua= I/Lee, MB singkatan namanya). Konsep inipun juga ditambah lagi dengan paradigma baru di Asia, dengan memunculkan istilah: New Asia Initiative. Dimana sang presiden membuat sebuah ‘blog perekonomian’ baru di kawasan Asia tenggara + China + Jepang dan Korea. So, kadang biasa juga disebut sebagai ASEAN + 3

Cerita acara ternyata tidak seperti yang direncanakan di awal. Ditengah2 planning acara setelah undangan di sebar, ternyata terjadi sebuh insiden meledaknya kapal Korea Selatan yang menewaskan 46 marinir Korsel. Hal ini tentunya sangat memilukan bagi rakyat korea. Maaf, jika boleh dibilang, harga nyawa di negara ini, sangat sangat dihargai. Ketika ada satu dua orang yang meninggal, Pemerintahnya bisa pusing tujuh keliling. Dengan kejadian inisden kapal tersebut, ternyata mempengaruhi topik perbincangan acara tersebut. So, di acara tersebut, akhirnya banyak juga kami membicarakan mengenai: National Security.

Acara hari pertama dibuka dengan opening speech dalam sebuah welcoming dinner party. Hehe, salah satu acara dinner yang asik yang pernah aye ikutin. Suasananya homey, canda tawa dikit2, basa basi nya sih banyak, tapi bisa ditutup dari sajian makanan yg amat istiewa, hehe…

Di acara tersebut, cukup mengagetkan juga para pesertanya. Dari sekitar 30 peserta, saya membaca profil para peserta. Ada yang dari Departmen pertahanan Australia, Filipina, US. Ada seorang lulusan terbaik dari harvard yang pernah kerja bareng dengan Hillary Clinton. Ada pakar ahli militer China. Ada anak2 Korea yang tergabung di Yonsei University, Graduate School for International Studies. Dan di sini pertama kalinya saya ketemu dengan sekumpulan anak2 korea yang bisa berbahasa inggris cas cis cus, hehe… Ada beberapa orang dari Kemenlu negara nya, ada anak president asean, ada seorang researcher, ada ahli2 dari sosial politik kawasan asia,,, dan yang paling menggemaskan, ada saya yang planga plongo di antara orang2 pinter bingung kenapa saya di antara orang2 hebat ini… kebingungan ini terjawab setelah saya bertanya ke penyelenggara acara, why I’ve been chosen for this event?
jawabannya apa? rahasia…. 😀

kekaguman saya bertambah dan terus bertambah dari hari ke hari (total 4 hari) kepada para peserta acara, terutama di hari ke dua dan ke empat, di mana kami di tempatkan dalam sebuah badai otak (brainstorming). Frankly speaking, itu yang kami lakukan di sana, tanpa beban, tanpa tendensi menghakimi, mendebat sambil berfikir keras, mengartikulasikan ide sambil berdiplomasi terhadap sebuah konsep dan yang paling saya sukai, di sana kami berusaha saling mengerti dan menghargai.

Runtutan para pembicara juga membuat acara ini spesial. Mulai dari kalangan akademisi, pemerintah, dan juga para praktisi hadir di sini. Di sini pula saya mengerti sebetapa kompleksnya masalah smemnanjung Korea. Masalah yang ternyata banyak ‘tangan’ terlibat di sana, banyak negara punya kepentingan dan juga ada sebuah masalah mendasar manusia: keserakahan, kecurigaan dan EGO.

China punya keuntungan dengan hadirnya Korut, dimana korut memiliki barang tambang yang menggiurkan, namun volume perdagangan china dengan korsel juga sangat tinggi, banci lah China. US, juga memiliki keuntungan dengan konflik yang ada, 30 ribu armada mereka bisa seenak udelnya bermain di semenanjung Korea-Laut Cina selatan, di mana, anggaran militer bisa terus mengucur dari parlemen mereka. Di sisi Korea, Korsel takut dengan kekuatan nuklir korut sehingga membutuhkan bantuan tentara2 US, dan di sisi korut, tidak suka dengan kehadiran tentara US di semenanjung korea.

Di sebuh perdebatan sengit, saya menemukan temen ‘seide’. Seorang anak korea yang beride: masalah semenanjung korea bisa tuntas jika dua korea dibalut persatuan: unifikasi korut dan korsel. Ide tersebut membuat saya melakukan pencarian terhadap sebuah kawasan di perbatasan dua korea, DMZ, demilitarized zone. Melihat foto-foto di sana, melihat luka lama dan juga sebuah spirit, akan reunifikasinya dua korea, melalui sebuah gambar berikut ini….

Ups… tak tau kenapa, saya gk bisa lagi mengakses foto tersebut. Dan ada peringatan dari kepolisian korea, bahwa situs yang saya kunjungi terlarang… wah, IP saya ke detect sama kepolisian korea nih, wkwkwkwk…

cau dulu deh, mau ikut pengajian di kampus…

salam,
boy

Advertisements

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

My thoughts in Twitter: @andytirtaboy

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Advertisements
%d bloggers like this: