Artikel Bebas, Organisasi dan Kepemimpinan

Semangat itu bernama: Kepedulian…

04.30 pagi Waktu Korea Selatan, atau sekitar pukul 02.30 WIB, saya sudah bangun dan siap-siap untuk ke kampus. Setibanya di kampus pukul 04.50, saya hidupkan perangkat computer, memasang headset, menjalankan program messenger dan menyapa seorang teman di belahan Jerman dan berkata: “Ok Nes, Boy siap siaran…” sapa saya ke seorang sahabat di Berlin sana.

“Halo Sobat PPI di manapun berada, kembali lagi bersama saya DJ Andy dari Korea Selatan, tentunya dalam program yang selalu saya bawakan, Hit Andy…” sapaku memulai siaran. “Seperti biasa, hari ini kita akan mengangkat topik-topik hangat seputar dunia sosial dan politik yang ada di Indonesia dan tentunya dengan diselingi lagu-lagu ciamik dari dalam dalam dan mancanegara”. “Stay tune terus di sini, di Radio PPI Dunia, Suara Anak Bangsa, Satu Cinta, Satu Indonesia…”, ujarku menutup kalimat pembuka siaran, meninggalkan pendengar beberapa saat dengan beberapa lagi dan bergegas ke musholla kampus yg terletak tidak jauh dari Lab ku berada, Alloy Development and Nanostructured Laboratory, Material Science and Engineering, Yeungnam University.

Mungkin banyak orang heran, untuk apa pagi-pagi buta harus melakukan hal yang ‘gak penting’, mending melanjutkan tidur. Kalau sholat itu lebih baik daripada tidur, semua orang bisa menerima, tapi kalau siaran itu lebih baik daripada tidur, haha, sepertinya tidak banyak yang bisa menerima. Sebagai manusia yang berakal dan normal, tentunya aku melakukannya dengan penuh kesadaran. Tentunya ada sesuatu yang menyebabkan kenapa aku mau mengganti waktu istirahatku dengan hal yang menurut sebagian orang itu, tidak penting!

***

Dan bila aku berdiri tegar sampai hari ini
Bukan karna kuat dan hebatku
Semua karena cinta, semua karena cinta…
Tak mampu diriku dapat berdiri tegar, terima kasih cinta…
(Karena Cinta, dipopulerkan oleh Joy Tobing)

“Itu dia tadi lagu yang dinyanyikan oleh Joy Tobing, Karena Cinta…” sambung ku setelah kembali dari Musholla untuk Subuh di sana. “Wah, emang ya, semua orang bisa melakukan apa aja karena cinta…”, sambungku dan melanjutkan siaran dengan topik yang sedang hangat saat itu: Rencana kenaikan gaji anggota DPR RI.

Yup, cinta, yang mungkin berarti sama dengan motivasi, atau dorongan seseorang untuk melakukan hal-hal ‘gila’ dalam hidup mereka. Ketika tumbuh sebuah kecintaan terhadap sesuatu, banyak hal aneh yang bisa dilakukan, banyak pantangan/tabu yang mungkin dilanggar dan tentunya di saat yang bersamaan pula, kreativitas, ide, semangat dan konsistensi, lahir bersamanya. Aku menemukan kecintaan dalam memotivasi orang lain, menginspirasi mereka, menyemangati akan adanya hari esok yang cerah, mengajak untuk berkontribusi, melakukan hal yang meski kecil tapi bermanfaat serta mengatakan bahwa semua bisa menjadi lilin-lilin kecil yang menerangi kegelapan di sekitar mereka.

“DJ Andy mau pantun dikit kalau gitu…”. Ini pantun jaman Babe kita waktu ngegombal sama Nyak-nyak kita, hahaha…” sapaku penuh canda kepada para pendengar yang mencapai 70an orang di pagi itu, “Dari mana datangnya lintah, dari sawah turun ke kali, dari mana datangnya cinta, dari mata turun ke hati…”.

Kecintaanku mungkin terwujud dari apa-apa yang terjadi, kulihat, kudengar dan kurasa selama hidup ini. Lahir dari keluarga yang sederhana, kami sekeluarga terbiasa berjuang dari pagi hingga dini hari dengan membuka sebuah Warung Indomi. Ya, sebuah Warung Indomi yang melayani para pembeli yang datang dari segala penjuru nusantara, mengingat persis di depan kami adalah sebuah kantor Pendidikan dan Pelatihan sebuah Departemen (dahulu bernama departemen Penerangan/Depen). Kami tujuh orang bersaudara memiliki giliran tetap untuk ‘jaga warung’, membersihkan halaman dan mengantarkan makanan ke ruangan-ruangan kantor (fiuh, ketika sore tiba, maka ini adalah tugasku, cukup melalahkan karena harus masuk ke ruangan dari beberapa gedung, dan beberapa lantai, haha). Hal yang selalu kuingat ketika itu, Mama selalu berujar kepada para pembeli… “ini Audi anak saya, sudah besar nanti dia mau menggantikan Habibie (Menristek Indonesia saat itu, Mantan Presiden RI), bikin pesawat terbang”. Aku hanya bisa senyum-senyum malu bercampur bingung, karena tau apa seorang anak Tk – SD saat itu.

Well, Allah swt menunjukkan, man jadda wa jada. Seorang anak penjual indomie bisa berkuliah di salah satu Universitas terbaik di negeri ini: jurusan Metalurgi, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia, Depok. Di Universitas ini seorang Dosen terbaik FTUI, yang juga adalah pengajar di Dept. Metalurgi dan Material, berujar, “Dulu waktu saya jadi Mahasiswa Berprestasi FTUI, saya dapet kesempatan ngobrol dengan Pa Habibie, saya menanyakan tentang dislokasi dan potensi ‘crack’ sebuah material…”. Wah, tak menyangka, ternyata jurusanku sekarang ada ‘unsur Habibie’-nya, ternyata terbukti juga ‘motivasi’ Mama saat aku kecil dulu –walau belum sepenuhnya.

***

You raise me up, so I can stand on mountains;
You raise me up, to walk on stormy seas;
I am strong, when I am on your shoulders;
You raise me up… To more than I can be.
(You Raise Me Up – Josh Groban)

“Itu dia tadi lagu dari Josh Groban, asik banget ya suaranya…”. “Dan itu juga berarti menutup perjumpaan kita di Rabu pagi ini dalam siaran saya” sapa ku ketika ingin menutup siaran hari ini. “Jangan kemana-mana, karena setelah ini akan ada DJ Fachru dan DJ Fadli dari Selangor Malaysia yang akan membawakan program Kabar dari Jiran yang mengulas berita-berita menarik di seantro Malaysia tentunya di sini, di Radio PPI Dunia, Suara Anak Bangsa, Satu Cinta, Satu Indonesia, DJ Andy dari Korea, pamit! Assaalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh” ujarku sambil menyapa para pendengar melalui fasilitas chatbox.

Semua orang berhak untuk sukses. Setiap orang harus sadar, bahwa mereka ditakdirkan untuk melakukan yang terbaik di dunia, sebagai bekal negeri kemudian, akhirat. Setiap orang juga harus menyadari, bahwa inspirasi, motivasi dan semangat yang ditularkan, bisa menjadi amal jariyah bagi dirinya. Setiap orang juga harus tahu, bahwa dunia ini yang ‘edan’ ini, membutuhkan orang-orang yang memiliki kemampuan lebih untuk berbagi untuk sekitar mereka. Great power comes with great responsibility, kata Uncle Ben dalam film Spiderman. Telalu melelahkan dan menyakitkan untuk mengutuk sebuah kegelapan tanpa melakukan usaha apapun.

Hal itu mungkin pula yang melatar belakangi saya untuk mau melakukan hal-hal ‘tidak biasa’ seperti menghabiskan waktu untuk berinteraksi dengan para pekerja Indonesia di Korea; berusaha menyemangati dan menyadarkan para pelajar sedunia akan hari esok Indonesia yang cerah dan kontribusi yang harus dilakukan bersama; mempelajari dan berbagi tentang dunia kewirausahaan yang padahal studi saya saat ini tentang dunia metalurgi; senang berinteraksi dengan banyak orang dan dari berbagai kalangan; serta tentunya yang berkaitan dengan ilmu yang saya pelajari saat ini: berusaha sekuat tenaga membuat sesuatu yang bermanfaat untuk banyak orang dari bidang yang saat ini dipelajari. Sekali lagi, semua orang berhak untuk sukses !

Aku bersyukur atas Iman, Islam, kesehatan dan keadaan ku saat ini. Aku bahagia pernah dan masih terlibat di beberapa organisasi mahasiswa dan masyarakat. Aku merasa tertantang dalam hari-hari yang kulalui menjadi seorang pembelajar di dunia bisnis. Aku merasa termotivasi untuk melakukan yang terbaik untuk riset ku saat ini, karena ada ‘amal jariyah’ yang besar jika kesuksesan dalam hasil riset kuraih dan tiap detik dalam mencapainya yang terhitung secara otomatis sebagai ibadah. Aku percaya, bahwa dengan membuat suatu ‘masalah’/hal, menghadapinya, menyelesaikannya, menangis karena kegagalan dan bahagia karena pencapaiannya, adalah rangakaian kata dan perbuatan yang membuat hari lebih berwarna dan semarak.

Aku tahu, rasa syukur adalah rasa yang hadir dikarenakan sejarah masa kecilku. Aku sadar, kebahagiaanku di organisasi karena aku berjuang bersama orang-orang hebat di sekitarku. Aku termotivasi untuk sukses karena orang-orang di sekitarku menunjukkan, bahwa kerja keras, cerdas dan ikhlas adalah kunci rahasianya. Kepercayaanku akan selalu ada nilai positif dari tiap masalah/hal yang dihadapi tidak lain tidak bukan, karena ada orang-orang yang selalu mendukungku. Aku ada karena orang-orang di sekitarku, dan aku ingin ada untuk mereka!

“People done many things for me, so just lemme do same to the others…”

Wassalam
Andy Tirta
Mahasiswa program Doktor, Yeungnam University, Korea. Saat ini menjabat sebagai Sek Jend Lingkar Wirausaha Indonesia di Korea, sebuah organisasi non-pemerintah yang fokus kepada pengembangan soft-skill, pengembangan diri serta manajemen usaha kecil dan menengah untuk para TKI di Korea Selatan. Sebelumnya aktif di dunia siaran radio komunitas dengan menjadi penyiar dan juga Direktur Radio PPI Dunia, sebuah radio streaming on line yang beranggotakan para penyiar yang merupakan para pelajar Indonesia yang sedang berkuliah di lebih dari 20 negara di seluruh dunia.

Advertisements

Discussion

4 thoughts on “Semangat itu bernama: Kepedulian…

  1. 사람은 목료를 잃었을 때 죽이간다 jangan pernah lelah untuk menyemangati kami yak :rikuwes:

    Posted by Anonymous | May 2, 2011, 1:17 am
  2. terima kasih untuk komentarnya, mari tetap semangat dan saling menyemangati 😉

    Posted by andimasboy | May 2, 2011, 9:08 am
  3. saya baru baca blognya masboy… bagus sekali, sangat inspiratif dan memotivasi mas…:)ijin baca baca post lainya ya masboy…;)

    Posted by Anonymous | September 18, 2011, 3:29 pm
  4. halo Mas/Mba Anon,,, monggo2 semoga bisa bermanfaat

    Posted by andimasboy | September 29, 2011, 3:36 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

My thoughts in Twitter: @andytirtaboy

Advertisements
%d bloggers like this: