Artikel Bebas, International, My Thoughts

Dongeng Tentang PERPIKA

PERPIKA yang saya Dengar, Alami, Lihat dan Harapkan
“…Never blame the mass,
the Leader MUST know with who He/She talk to, work or die for…” (AT)

Selayang Pandang

Persatuan Pelajar Indonesia di Korea Selatan (PERPIKA).
Sekitar tahun 2002, PERPIKA lahir. Tepatnya di KBRI Seoul, dengan dihadiri oleh beberapa puluh Pelajar saja, itu yang saya dengar dari Mas Adhi (Rachmat A. Wibowo). Salah seorang pembuka ‘hutan’ belantara di Yeungnam University. Nama-nama ‘sepuh’ seperti Pa Etsar, Pa Haznan, atau yang mulai sepuh di Italia sana, Mas Hary, mungkin menjadi nama-nama yang asing bagi kita saat ini. Siapa sih mereka? Atau mungking pertanyaan yang mengelitik, “beneran PERPIKA punya mars yang dinyanyikan oleh Pa Ketua Pertama?”
Dulu mahasiswa PERPIKA masih sekitar lima puluhan, tapi kompak banget walau jauh-jauh”. Seru Mas Adhi yang saat ini ada di German dengan Program Beasiswa Humboldt-nya. “Dulu di PERPIKA ada dangdutan kalau malam, DJ nya yang terkenal DJ Landong dari Konkuk” kata Mas Sugeng sambil kami makan Ayam Goreng saat itu. “Beuuuhhh, dulu kalau nyari film bajakan, tinggal nyari di FTP PERPIKA, keren-keren kata Om Nano yang sekarang tekun meneliti di Tokyo sana. “Eh Boy, coba liat deh foto di milis PERPIKA di bagian halaman mukanya, ada aku loh di situ, biar fotonya kecil, hehe, itu waktu ada acara ngumpul-ngumpul di KBRI, ada Ivan Karayan juga di sana” seru Mas Yudi Rachmawan yang sekarang migrasi ke Seoul. Nama-nama seperti Qonita, Beni, Andi Fadli, Kang Yaya, Cahyo, dr Kenegaraan Almunawwir, Mba Nurul si penjual Pulsa, ahhhh,,, akrab sekali diperbincangkan oleh saya dan si Mbah Penunggu Kolam. Siapa pula mereka… mungkin itu yang ada di benak kita saat ini. (Mau tahu lebih jauh tentang siapa-siapa saja para sesepuh, mari ke sini: http://www.angelfire.com/pro/perpika/anggota.html )
Satu hal yang bisa merangkum beberapa paragraph di atas: PERPIKA ini sudah melewati masa-masa yang panjang. Setiap nama-nama sudah mengambil perannya masing-masing dan memberi warna di zamannya. Sumbangan pemikiran sudah mengendap dalam organisasi yang kita masuki saat ini. Namun jika kita bertanya kembali dengan jujur, sejauh mana, harapan saat pendirian PERPIKA dengan realitas saat ini? Apakah semangat: “Pembentukan PERPIKA didasari atas tanggung-jawab para pelajar Indonesia di Korea Selatan, sebagai bagian dari bangsa Indonesia, untuk menumbuhkan, mengembangkan, dan memelihara prinsip persatuan Indonesia melalui upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.” … masih relevan hingga hari ini???
Mari kita telaah bersama…

Kondisi Umum di PERPIKA

Korea semakin lama semakin menarik minat para pembelajar di Negeri Ginseng ini. Mungkin jika diestimasi kasar, paling tidak ada sekitar 700 anggota PERPIKA saat ini, di mana tambahan cukup banyak tahun ini datang dari teman-teman pekerja yang tergabung di Universitas Terbuka (UT) yaitu sekitar 300 orang. Jumlah yang cukup besar, yang di dalamnya juga tentunya terkandung beragam potensi, keahlian, background pendidikan dan bidang, serta pengalaman.
Alhamdulillah, mungkin ini menjadi kabar bagus untuk kita semua. Di tahun kepengurusan ini, jumlah paper yang masuk ke acara CISAK tahun ini meningkat pesat (hingga 50an tulisan telah diterima panitia). Wahana Ide PERPIKA bisa tampil hingga tiga episode yang menjadi corong dalam berbagi spesifikasi ilmu yang sedang digeluti. Ada lomba penulisan essay tentang Pendidikan yang diikuti oleh 10 orang Penulis walau dalam waktu yang cukup singkat pengumuman lombanya. Ada majalah Saranghae yang menggambarkan kondisi di Korea yang dirasakan oleh para pelajar di sini. Ada banyak hal yang indah dan perbaikan yang konstruktif yang kita lihat. Di saat ini pula, PERPIKA mendapat asupan potensi yang luar biasa dengan adanya mahasiswa-mahasiswa UT yang sekarang menjadi bagian dari PERPIKA. UT sendiri, ternyata menjadi katalis yang sangat manis, yang menjembatani PERPIKA dengan rekan-rekan Pekerja di seluruh Korea.
Di sisi lain, secara organisasi, harus kita akui masih banyak pula kondisi yang harus di benahi, apalagi dengan kondisi PERPIKA yang semakin besar dari sisi jumlah anggotanya. Bagaimana seseorang merasa dirinya adalah anggota PERPIKA yang memiliki hak dan kewajiban, ketika tidak ada pendaftaran secara resmi menjadi Anggota PERPIKA dan disahkan oleh Pengurus PERPIKA? Bagaimana pula menggerakkan potensi-potensi yang ada di PERPIKA, kalau dana operasional dari kas organisasi sendiri kembang kempis? Padahal, acara dan kegiatan yang ada, tidak lain dan tidak bukan, diperuntukkan oleh Pengurus untuk para Anggota PERPIKA. Sehingga kalau kita lihat, ada missing-link di sini, Anggota PERPIKA tidak merasa dirinya adalah anggota yang memiliki hak dan kewajiban, dan di sisi lain pula, (mungkin) ada perasaan lelah dari Pengurus yang melihat partisipasi yang minim dari anggota PERPIKA jika dibandingkan dengan jumlah anggota PERPIKA seluruhnya.
Sekarang kita berbicara tentang apa kemungkinan yang bisa dilakukan oleh PERPIKA. Terlalu banyak mungkin yang bisa dilakukan selama kita di Korea dan dalam rentang studi yang kita dapatkan di sini. Namun satu hal yang pasti, kita butuh fokus dan kesungguhan dalam rentang yang ada. Di antaranya, PERPIKA bisa melakukan hal-hal di bawah ini:
a. Memfasilitasi adanya informasi dan konsultasi beasiswa ke Korea yang dilakukan secara ter-integrasi, massive dan berkelanjutan. Hal ini akan sangat membantu rekan-rekan di Indonesia yang bersemangat untuk belajar/meneliti dengan memberikan alternative Negara tempat belajar. Sungguh sangat disayangkan, apabila ada beasiswa yang diumumkan oleh suatu institusi, namun ternyata informasi itu berkutat hanya di ‘kalangan institusi tertentu’ saja. Bagaimana saudara-saudara kita di pelosok sana mengetahui, jika ternyata informasi yang disebar hanya ada di milis-milis yang terbatas sekali anggotanya. Melihat lebih jauh ke depan, menampilkan informasi beasiswa ke korea secara ter-integrasi, massive dan berkelanjutan juga berarti usaha kita secara konkret untuk meningkatkan kapasitas Bangsa dan Negara kita untuk menjadi lebih baik.
b. PERPIKA dapat memberiikan pembinaan dan peningkatan kapasitas anggotanya melalui program-program yang dapat meningkatkan managerial-skill, kepemimpinan, kemampuan akademis, kewirausahaan dan kebutuhan dasar lainnya yang dirasa perlu oleh para Anggota se Korea. Ambil contoh yang paling simple, berapa banyak Anggota PERPIKA yang membutuhkan informasi bagaimana menulis Paper/Jurnal internasional dengan baik dan benar? Berapa banyak anggota PERPIKA yang membutuhkan motivasi dan informasi tentang bagaimana memulai usaha kecil di Indonesia? Atau mungkin bisa juga kita katakan, bagaimana PERPIKA membina adik-adik kita yang dari SMA lulus langsung ke Korea untuk menanamkan nilai, semangat dan juga pengetahuan tentang ‘managerial-skill’? PERPIKA bisa mengambil peran yang sangat banyak di sini. Atau kenapa tidak, kalau PERPIKA sendiri mengadakan program Pelatihan Kepemimpinan di Korea, seru pastinya!
c. Sharing ide, pengalaman dan opini antar Anggota PERPIKA.
Benar jika dikatakan wilayah di korea ‘cukup luas’ sehingga kita kesulitan untuk berbicara bersama dalam suatu forum, terlalu banyak cost di sana. But, let’s simplify the problem… Kenapa kita tidak menggunakan fasilitas internet korea yang super kencang untuk berbagi ide ini. Jangan terlau berfikir yang rumit. Kita bisa saling berbagi ide, pengalaman dan opini di berbagai bidang dengan Skype. Kenapa tidak? Atau misalnya, seseorang di Busan sana ingin sekali melihat acara diskusi di Seoul dan mungkin tidak punya waktu untuk kesana, kenapa juga kita tidak membuat fasilitas TV PERPIKA, yang padahal hari ini kita bisa mendapatkan berbagai hosting gratis yang dapat menampilkan secara real time apa-apa yang terjadi di manapun. Man jadda, wajadda!
d. Tentang isu Pendidikan. Sebagai organisasi pelajar, PERPIKA WAJIB ikut adil dalam hal ini. Bukan karena ikut trend, tapi karena para pelajar Indonesia, sebagai kaum terdidik, memiliki tanggung jawab baik secara individu maupun sosial, untuk berbagi dan mengembangkan pendidikan, untuk WNI, baik di Korea maupun di Indonesia. Hal paling simple? Universitas Terbuka yang dirasa sangat penting oleh teman-teman Pekerja. Hal lain? Beasiswa PERPIKA untuk Indonesia (BPI) yang hingga hari ini masih memberiikan kontribusi di sektor Pendidikan. Terkait dengan BPI, kedepannya ini harus menjadi concern kita semua. Mungkin, bisa juga nantinya, BPI hanya spesifik kepada target tertentu saja, sehingga evaluasi, perkembangan dan juga rekomendasi terhadap target BPI dapat dipantau bersama. Akan sangat terasa bila setiap bulannya, penerima beasiswa BPI memberikan tulisan tentang apa yang mereka lakukan dalam bentuk satu halaman tulisan dan dibaca di milis PERPIKA sehingga kita bisa merasakan, betapa besarnya semangat seseorang di ujung sana untuk mendapatkan pendidikan yang layak, sehingga kita mampu bersyukur di Korea ini. Lain hal, dengan itu pula, maka BPI ke depan harus memiliki target, misal, satu bulan, sumbangan BPI harus terisi berapa puluh ribu won, sehingga nantinya, akan ada keberlanjutan dalam program BPI ini dan menghindari konsep ‘hit and run’.
e. Minat, bakat dan waktu ceria bersama. Anda suka fotografi? Membuat design, gambar, menulis, membuat video atau apapun itu, mari kita kembangkan bersama di PERPIKA. Organisasi ini bukan bentuk yang kaku di mana seni dan minat di-press sehingga tak mampu berkembang. Kita sudah lelah dengan aktivitas lab, pabrik, kuliah dan mungkin lingkungan yang ada. Kita butuh FUN! Karenanya, PERPIKA dapat melakukan sesuatu, untuk mengarahkan ‘fun’ yang diharapkan, dalam bentuk yang bermanfaat dan tentunya dalam kerangka sebagai organisasi pelajar. Lain hal, sangat mungkin kita mengadakan: “One Indonesian Day’ festival, yang dihadiri oleh seluruh Anggota PERPIKA dari seluruh Korea, dengan semangat yang sama “Kita orang Indonesia bersaudara!”
Dalam paparan di atas, kita juga harus ingat, berbagai hambatan bisa dihadapi oleh kita dalam berorganisasi. Waktu Lab dan kerja yang tidak manusiawi, tanggung jawab terhadap tugas yang dijalankan, dan berbagai permasalahan yang bisa kita cacah satu persatu. “Pressure, pushing down on me pressing down on you,,, No man ask for”. Itu sebait lirik yang dinyanyikan oleh Queen yang bermaksud, setiap orang memiliki masalah, dan kita tidak sendirian ko’. Karenanya, fokus kerja, visi misi, dan program kerja di PERPIKA, harus disesuaikan dengan ‘pressure condition’ yang ada. Kita butuh program kerja yang konkret, tepat sasaran, elegan dan terasa efektif di PERPIKA. Bahasa mudahnya, jangan sampai usaha yang ada tidak berbanding lurus dengan hasil yang diharapkan yang tentunya akan menyakiti hati para pembuat kebijakan dan program. “Never blame the mass… The Leader MUST know with who He/She talk, work and die for…”

Let’s start it !

Ini PERPIKA Kita. Jika anda suka, anda peduli, anda menaruh harapan, mari berjalan bersama. Bukan untuk satu dua orang kita berbuat, ini adalah amal jariyah kita semua, yang akan dirasakan oleh banyak orang, yang diambil manfaatnya oleh berbagai kalangan, yang menginspirasi dan menyemangati orang-orang yang mungkin sedang kehilangan harapan. Ini adalah episode kita untuk memberikan pemikiran, kerja nyata dan tentunya, warna tersendiri di PERPIKA. Hidup cuma sekali, detik yang dilalui di Korea ini tidak akan berulang. “Life is so short, so stay awake” dalam sebuah gelas di profil picture mas Andi Fadli saya baca, simple, namun mengingatkan kepada kita semua, banyak hal kecil – besar yang menunggu kehadiran kita untuk disemai, dijaga dan dikembangkan bersama. Saya bersemangat untuk berkontribusi di sini, dan itupun saya percaya ada di diri anda yang menghabiskan waktu untuk sekedar membaca paparan saya di atas… !!!
Tetap semangat, dan mari saling menyemangati…
Salam,
boy
Advertisements

Discussion

2 thoughts on “Dongeng Tentang PERPIKA

  1. Halo Pa Aries Daejon.. hmm, di sini saya buka sih gak ada masalah Pa. Saya gak ngerti kenapa ya…

    Posted by andimasboy | June 18, 2011, 3:40 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

My thoughts in Twitter: @andytirtaboy

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Advertisements
%d bloggers like this: