Artikel Bebas, Ekonomi dan Budaya, Indonesia, My Thoughts, Organisasi dan Kepemimpinan, Sosial & Politik

Kemerdekaan itu apa?

Tergelitik untuk menjawab, apa itu arti kemerdekaan. Secara hakiki, tentunya kemerdekaan adalah suatu kondisi di mana setiap jiwa memiliki kebebasan untuk berkehendak (tentunya dalam koridor yang ditetapkan dalam konsesus bersama). Kemerdekaan berarti lepas dari keterpasungan politik, ekonomi, dominasi dan juga sistem, dalam tatanan berbangsa dan bernegara.

Lalu, apa arti kemerdekaan bagi diri kita sendiri?

Mencoba menjawab dalam jawaban-jawaban acak yang muncul di kepala. Ini yang ada di isi kepala saya:
1. Kemerdekaan adalah suatu kondisi yang memberikan kepercayaan diri suatu bangsa untuk berbicara, duduk, berdiri, berkarya sejajar dengan bangsa-bangsa merdeka lainnya. Walau tidak bisa terlepas adanya hubungan sosial/tolong menolong antar bangsa, kemerdekaan memberikan kesempatan kepada sebuah bangsa, untuk menentukan sendiri arah kehidupannya.

2. Kemerdekaan selalu memberi porsi setiap orang dalam suatu bangsa, untuk dipenuhi hak-haknya, namun tetap harus patuh dalam koridor dan peraturan yang ada. Karena kemerdekaan tidak sama dengan ‘semau enaknya’, ada hak-hak orang lain yang harus dipenuhi.

3. Bangsa yang merdeka, harus tau dan meyakini: maju mundur, baik buruknya bangsa dan negara, bukan ditentukan oleh orang-orang lain, melainkan diri-diri mereka sendiri. Mengharapkan dan menunggu ‘orang lain’ untuk membangun bangsa kita bukan lah mental seorang yang merdeka. Hanya menyalahkan dan mencemooh kondisi tanpa ada kontribusi bukan lah sikap yang jantan. Seperti ungkapan yang diucapkan JFK, tentang kontribusi ke negara, sedarinya kita sadar: tiap-tiap jiwa dan raga Bangsa Indonesia, memiliki andil terhadap maju mundurnya masa depan kita, karena kita adalah bagian dari bata, pasir, semen, air, tiang dan kayu, sebuah rumah besar, Republik Indonesia.

Nah, kalau menurut anda, Kemerdekaan itu apa?

Ayo Bangsa Indonesia, dengan jiwa yang berseri-seri, mari berjalan terus, jangan berhenti, revolusimu belum selesai, Jangan berhenti! Sebab siapa yang berhenti, akan diseret oleh sejarah, dan siapa yang menentang tolak dan arahnya sejarah tidak peduli pada bangsa apapun, dia akan digiling, digilas oleh sejarah itu, sama sekali…” -Pidato Bung Karno, 1953.

Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 66
semoga aku dapat terus mencintaimu Indonesiaku,
sekuat dan sepenuh hatiku…

Advertisements

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

My thoughts in Twitter: @andytirtaboy

Advertisements
%d bloggers like this: