Artikel Bebas, Landscape, Scenery

September Ceria (part 1) : Yongin – Gangneung

Where am I, right now? I’m sitting on the backside of an intercity bus, from Yongin and heading to Gangneung. Where’s those places exactly? Not sure, since this is my first journey around here. For simplify, I just woke up after my 1.5 hours sleeping time, and prepare everything to make this 3 days journey with my grey big ba(n)g .
Setelah sok2an nge-tweet utk bilang mau keliling2 selama September ini, seorang teman (lebih tepatnya sih Pa Guru, tapi beliau selalu tampak muda dan easy going), mengingatkan: catat agar nanti bisa diceritakan ke anak cucu”. Ok, I will.
September 10th, 4 PM
Baru aja main ke rumah Om Koreawon, seorang teman di RKS yang baru sekitar sebulan ini resmi menyandang predikat sebagai seorang Ayah, hehe. Well, gak tau kenapa, setiap ngumpul sama warga RKS, rasanya enak banget, gak ada beban, plooong. Gak ngomongin hal yang berat2, ngomongin hal2 ringan yang dihadapi kita sehari2 tapi ternyata disitulah, banyak pelajaran hidup yang gw pelajarin. Mulai dari bagaimana kita berinteraksi sama orang, menghargai dan tau info2 yang ‘under cover’ di warga RKS.
Halal bi halal ke rumah si Om ini sebenrnya kita rencanakan udah lama. Cuman emang warga RKS yang terkenal (sok) sibuk (hahaha, siap2 kena bata nih) dan mau nya palli2 itu tuh susah banget ngumpulin di satu tempat dalam waktu tertentu. Well, akhirnya cuma gw dan Om Sobur Incheon yang ternyata bisanya pada hari Sabtu siang ini. Pikir2 berarti yang sok sibuk ini gw sama si Om Sobur ya sebenernya, karena gak ikut jadwal yang laen, hahaha…. Anyway, bersyukur juga sih cuman berdua, akhirnya obrolan kita ke Ayah  Baru ini jadi lebih mendalam, tentang bagaimana rencana2 membina anak dari kecil, sampai omongan2 tentang ‘Korea undercover’ dan ‘ilmu kemeruh’, hahaha, nyesel deh yang gak ikut :P.
Ngomongin Yongin sendiri, agak unik dan sebenarnya cukup tenang kota ini, berbeda dengan hingar bingar kota2 di Korea lainnya. Gw juga baru tau, ternyata everland yang digembor2kan itu deket toh dari sini (kemana aja lo selama 4 tahun ini boooy, gak tau everland, hahaha). Ada juga hal yang lucu, si Om dan keluarga punya supir pribadi loh :P. Supir pribadi yang gw maksud adalah seorang bapak tua yang punya mobil SM 3, yang dijadiinnya taksi, dan selalu siap nganterin si Om, Ibunya Deva dan Deva kemana2. Kecepatan mobil bisa disesuaikan dengan kondisi penumpang, sebagai contoh, waktu tadi siang ke sana dengan Ibunya DEva dan Deva, kecepatan mobil yah, bisa dibilang 40-60 KM/Jam lah. Well, gara2 tadi gw hampir ketinggalan bis ke Gangneung, Bapak yang sama dengan mobil yang sama mengantar kami dengan top speed 120-130 Km/jam, wew…. Asik lah supir pribadinya si Om.
Omong2 tentang kunjungan ini juga, banyak cerita rahasia-rahasia kami yang terpendam yang akhirnya ditumpahkan , hehehe… tentunya mulut rapat terkunci gak akan buka rahasia masing2, hehehe… bocorin satu aja deh, si Om Sobur baru dapet THR dari Bos nya, tadi ane di traktir,,, silahkan yang lain hubungi beliau kalau belum dapet traktiran, hahahaha…
Sedikit hikmah yang bisa di share ditulisan ini: semua orang bisa berubah J, semua ada waktunya, kesabaran dan rasa syukur sangat penting dimiliki oleh kita semua,,, karena banyak hal yang kita punya merupakan hasil dari usaha atau doa orang2 sekitar kita. Karenanya, jangan jadi orang yang sombong yaw… kita belum ada apa2nya lah… pun klo sampe udah punya ‘apa2’, kita masih gak ada apa2nya dibandingin Yang Memiliki jiwa dan Raga ini.
===========
Sampe di Gangneung, gak terasa udah sekitar jam 8 malam… well, kelewatan tentunya acara tukar kado yang digagas oleh si Mbah Gangneung, si Mbah Joni dan teman2 di sana, Satub, Endi, Mba Agnes dkk. Seperti yang gw bilang tadi, ke kawasan ini cukup asing bagi gw, karena baru kali ini, pertama kalinya silaturahim ke daerah pojok kanan atas nya Korea,,, biasanya maennya ke pojok kanan bawah mulu soalnya, hahaha…
Seneng bukan kepalang maen ke sana, bukan hanya karena bisa ketemu rakyat PERPIKA (hahaha, bahasanya kaya SBJ aja, haha…) tapi juga emang anak2 sana memang asik2… hal ini terbukti saat arena tarik suara dibuka (tau dong ngapain, hehe). Anak2 Gangeneung ini suaranya polllllll abesss… mau yang tipikal rocker, dangduters, pop-ers (istilahnya apa sih utk penyanyi pop? haha),,, lagu2 lawas atau lagu2 barat masa kini, mereka bisa ngambil peran masing2 lah… juju raja, kondisi kaya gini bikin gw minder. Gimana nggak, dengan posisi suara 1/10 oktaf dan bahkan gw juga Mba gak tau oktaf itu apa, gw yang hobi nyanyi ini ‘terpaksa’ tampil dengan kemampuan jauh dibawah kata ‘terbatas’, hahahaha… tapi so what gitu loh, yang penting happpppyyyy call (loh, ini mah merk penggorengan yang di pesan Ibu2 di Indonesia ke anak2nya yang kuliah di KorSel, haha).
Walau hujan rintik2 dengan deras (rintik2 deras, tau kan? Hahaha),,, the show still goes on, nothing less. Malamnya cowo2 tidur di rumahnya si Mbah Joni. Ada cerita lucu dikit nih… jadi ceritanya di tengah pagi (sekitar jam 2-3 lah),,, dimasaklah 3 bungkus Indomie rebus untuk 4 orang. Bau dari Indomie ini ternyata mengganggu anak2 yang udah pada ngantuk2 gak jelas sambil tidur2an… jadilah, 3 bungkus mie tadi jadi porsi untuk sekitar 6-7 orang… karena merasa kurang, dimasak lagi lah, 5 bungkus untuk rame2, hahaha,,, dari yang mau nyicip2,,, akhirnya jadi pada tidur dengan kondisi perut terisi rapat, hahaha… eh, gw gak ikutan ya, diet!!!! (sambil nyengir2 ngetik nya).
Continue to part II
Advertisements

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

My thoughts in Twitter: @andytirtaboy

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Advertisements
%d bloggers like this: