Artikel Bebas, Building, International, Landscape, My Thoughts, Scenery

September Ceria (part III): Where am I? Germany!

Hehe, sambil ngikik sendiri. Gak pernah kebayang bisa sampai di Negara yang dulu dipimpin sama The Fuhrer. Well, saat tulisan ini di ketik, posisi sedang berada di sebuah kereta antar kota yang menyambungkan kota Frankfurt, dengan kota-kota lainnya. Saat ini Berlin yang dituju. Norak mungkin bagi sebagian orang atas euphoria yang gw rasakan, ahhh, itu kan urusan bagi kaum pemberi ‘norak stamp’ yang tidak merasakan betapa antusiasnya gw sampe sini, hehe.

Just touched down in Frankfurt Airport, ahay

Kesan pertama sampe di Frankfurt Airport, gw senyum2 sendiri. Gimana nggak, di kepala masih mikir, ah, mimpi nih kayanya bisa menjejakkan kaki di sini. Kaget juga, ternyata kondisi ‘fall’ nya cukup dingin, sekitar 100C (da*n, salah tebakan, tau gitu nanya2 dulu ke temen2 yang di sini). Sampe di airport, setelah menggunakan pesawat Vietnam Airlines, gw langsung meluncur dengan sebuah bis menuju stasiun kereta ‘inter-city’ ini.

Menurut tiket tertera, lama perjalanan akan memakan waktu sekitar 5 jam 20 menit (jadi sekarang tau kan kenapa gw ketak ketik kaya gini, haha). Sebenernya Juragan Baek maksain gw naik pesaawt menuju Berlin dari Frankfurt, menurut beliau, lebih cepet, lebih efisien walau sedikit lebih mahal. Gw sih sebenernya ok2 aja naik pesawat, tapi kayanya kurang afdol kalo nanti cuman ngeliat daerah kota-kota nya aja. Berharap, dengan pakai kereta ini, bisa ngelihat banyak hal tentang Jerman yang ‘konon’ keren itu.
Oh ya, mungkin ada yang nanya, kenapa gw sampe bisa ke sini. Seperti biasa, ‘alhamdulillah ya’, ada kesempatan untuk presentasi di salah satu Internasional Seminar di Berlin, di mana topiknya sekitar dengan micro and nano engineering. Simpelnya, di seminar ini, orang-orang banyak yang ngomongin tentang proses fabrikasi material-material yang berukuran micro dan nano. Apa sih itu? Simpelnya, coba deh dikira2, computer/layar monitor buat baca tulisan ini, itu di dalamnya ada apa aja? Nah, kalau ukuran komputernya makin kecil, mau gak mau kan part-part di dalamnya juga harus dikecilin. Nah, bagaimana teknik untuk membuat benda-benda kecil itu secara efektif, efisien dan sebisa mungkin ekonomis, di situ lah tujuan conference ini diselenggarakan, agar semua orang berbagi, tukar pikiran, apa yang mereka lakuin di lab/institusi masing-masing. Lah, emangnya gak rugi ngasih tau apa yang lagi dikerjain? Hmmm, sekilas sih memang terlihat agak rugi sih, cuma manfaatnya jauh lebih banyak, di antaranya: kita semacem menancapkan mercusuar Lab/Univ kita, dengan hadirnya conference kita bisa  bilang: hey! We’re here and doing these, call us if yours are related. Lebih asik lagi kalau disitu ada company/donor yang siap ngasih tambahan dana, hehehe. Nah, yang paling seru adalah, kita nyari inspirasi, tambahan pengetahuan, update perkembangan riset dan diskusi sama orang-orang yang mungkin bisa ngasih pertimbangan akan riset yang sedang kita lakukan. Bahasa lainnya untuk menggambarkan conference menurut Mas Adi: recharge setelah kita lama berkutat di lab. Yup, setuju banget. Jangan sampe, kita jadi orang yang kaya katak dalam tempurung, merasa jago sendiri padahal dunia ini luas, dan dibelahan dunia lainnya ada banyak jagoan2 yang mungkin mengerjakan riset serupa. Oh ya, satu lagi, biasanya conference jadi ajang show off buat para researcher kepada researcher lainnya, hihihi… dan yang paling gw suka saat conference adalah: tiba2 ada yang mendekat sambil nanya/bilang: kamu udah ada rencana kerja di mana? Kalau tertarik bisa hub saya, hahahaha….
Kembali ke perjalanan dari Frankfurt ke Berlin ini. Ini mungkin summary yang sedikit menggambarkan apa yang gw lihat sepanjang perjalanan,,, kalo ada yang miss, wajar ya, entah itu lagi ketiduran, atau lagi makan atau lagi ngeliat bule german yang cantik2 model Steffi Graff, hahaha… ok, ini dia:
1.       Et dah, gw liat kuda di pinggir2 rel kereta, kayanya itu bagian dari peternakan. Tadi gak sengaja liat sapi-sapi juga. Just info aja, kuda dan sapi Jerman ternyata kulitnya sama, gak bule2 amat, walau memang agak lebih gemuk daripada sapi Indonesia, hahahahaha…
2.       Keren. Rumah-rumah gaya eropa gw liat di sepanjang perjalanan ini banyak yg memakai panel surya. Banyak juga kincir angin yang gw liat sepanjang jalan ini (bukan kincir angin model Belanda, tapi ini yang buat listrik).
3.       Menurut gw, sistem kereta di Korea lebih keren daripada di Jerman. Let’s say, urusan tiket. Tadi gw beli tiket loker nya cuman dijaga sama dua orang, dan itu juga gak gitu asik posisi penempatan lokernya. Walau mungkin di sana udah mayoritas pada make yang mesin tiket model2 ATM. Yang kedua, gw kebingungan nyari nomer kursi, ini di tiketnya nomer kursi yang mana, alhasil nanya sama petugas nya, gw tanya apa dijawab apa (dia jawab pake bahasa Jerman soalnya, kakakkaka). Alhasil baru tau, bahwa Cuma ada dua kelas, first class dan 2nd class,, dan kita bisa duduk di mana aja, asal jangan pindah kelas gerbong. Udah gitu, kalau di korea kan sistemnya si petugas tiket punya kaya ‘mesin tracking portable’ untuk tempat duduk, jadi kalau ada penumpang gelap yg disinyalir dari bangku yang harusnya kosong tapi didudukin sama orang, pasti tuh orang disamperin sama petugas tiket, sambil ngeluarin tadi yang juga berfungsi untuk nge-gesek kartu atm/debit card orang yang gak beli tiket (biasanya yang ketauan akan nunduk deh sepanjang perjalanan, hahaha). Kembali ke kereta jerman ini, gw kaget juga, petugasnya datengin satu-satu penumpang, minta karcis dan krektiket kita dibolongin macem KRL Jakarta-Bogor, kkkkk… cuman bedanya si petugas pake baju lebih rapih, dan bule (halah).

4.       Satu jam perjalanan dari Frankfurt menuju Berlin, mayoritas pemandangan yang gw liat masih perkebunan, padang rumput luas yang tadi diisi sama hewan2 macam kuda, sapi, dan kayanya kalo gw gak salah liat, entah bebek, angsa, atau ayam, hehee…
5.       Hehe, ada yang jualan kopi ternyata di dalam kereta ini mirip2 lah kaya di KRL Jakarta Bogor, tapi bedanya itu aja, lebih rapih dan bule yang jual, hahaha.
6.        Adolf jas paperfabrik. Kalau gak salah itu tulisan yang gw baca sekilas tadi. Sebuah pabrik yang dikanan kiri nya ada tumpukan kertas bundel2 gede. Sepertinya pabrik itu adalah pabrik pengolahan dan daur ulang kertas, sepertinya :D.
7.       Ada bocah cewek cantik, lincah dan pintar ngomong di bangku sebelah, di pangku sama Ibunya. Dalam hati, kalau mau punya anak model gini, Ibunya berarti harus Jerman banget, hahahaha….
Okelah, mungkin itu dulu sharing yang bisa dibagi2…. Mudah2an ada manfaatnya. Salam jalan2 berikutnya 😉
Advertisements

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

My thoughts in Twitter: @andytirtaboy

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Advertisements
%d bloggers like this: