Artikel Bebas, My Thoughts, Organisasi dan Kepemimpinan

16:24, Suwon Station


Cukup lama, aktivitas menulis di blog terlupakan. Ah, cerita lama, hihihi. Mohon maklumlah (ini mohon maklum kepada diri sendiri ya, hahaha), beberapa bulan terakhir ini memang lebih sering nulis ‘blog’ di wall, comment facebook, ataupun, di message2 facebook (juga), yang semuanya tentu banyak berkaitan dengan amanah saat ini di PERPIKA.

Kemarin, dalam kondisi flu, badan lelah dan banyak sekali kerjaan dan tanggung jawab yang belum selesai, badan ini harus melaju kencang dengan ‘si hitam’ (sepeda semi balap) menuju Gyeongsan station. Just in time! Sering seperti itu akhir-akhir ini. Beberapa menit sebelum kereta berangkat, baru bisa tiba di station, saya akui, hal tersebut sangat buruk sekali, menandakan adanya ketidak beresan dalam managing time. Managing time ternyata bisa dilihat dari berbagai parameter: kesehatan, mood (jangan ditanya deh untuk yang ini, hihihi), jumlah dan load dari kerjaan, tumpukan baju kotor, tumpukan baju siap jemur dan tumpukan baju siap diseterika/masuk ke lemari tanpa peduli diseterika atau dilipat, kumis jenggot yang gak dicukur dlsb. Jadi ingat, sebuah lelucon di sebuah situs, kalau seorang laki bilang dia sudah merapihkan ruangannya, maksudnya adalah: membuat jalan setapak yang tidak terhalangi dari pintu kamar ke kasur nya (doh, kena banget deh, hahaha), tapi ya itu semua terjadi kalau segala parameter tentang managing time tadi terjadi secara simultan dan akumulatif.
Kenapa ini semua bisa terjadi? Maksud saya, kenapa bisa jadi begini keadaan kamar (sebagai parameter kondisi time management yang buruk?). Mungkin, sudah mulai ‘overload’: tugas, tanggung jawab dan kondisi kesehatan. Dengan rentang waktu yang 24 jam dan 7 hari seminggu, terasa masih kurang untuk melakukan beragam aktivitas.
Seminggu yang lalu, saya menonton sebuah video singkat, yang merupakan kuliah umum dari Thariq Ramadhan, seorang ilmuwan Islam dari Mesir yang (kalau tidak salah) menetap di UK saat ini. Beliau bercerita tentang apa sih arti dan tujuan hidup? Sebelum ‘jump to the conlcusion’, dalam video itu, diperlihatkan wawancara singkat dan ‘mendadak’ kepada para mahasiswa UK yang sedang lalu lalang di sebuah taman kampus. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sangat singkat dan mudah dipahami, tapi ‘agak’ sulit untuk langsung menjawabnya jikalau dilakukan dengan penuh kesadaran.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut?

  1. Apa yang anda cari di dunia ini? Jawabannya sangat beragam, ada yang mencari uang, mendapatkan posisi tertinggi, berkeluarga dan beragam jawaban yang umumnya adalah segala kebahagiaan di dunia ini.
  2. Mengapa anda diciptakan/apa tujuan anda diciptakan/kenapa anda hadir di dunia ini ? para narasumber mulai bingung menjawab, beragam keraguan, dan mungkin agak terhentak. Disadari atau tidak, pertanyaan ini sering sekali kita lupakan, padahal di dalamnya terdapat visi misi hidup yang menjadi platform dalam hidup kita. Kita lama berkutat dengan rutinitas, hal-hal yang menyita waktu dan perhatian, yang akhirnya kita lupa, kenapa kita melakukan ini semua? Pergi ke kampus, berorganisasi, berdiskusi dengan teman/Professore, melanjutkan studi, memilih kerjaan yang permanen, keluar negeri atau yang tidak kalah fundamental, mengapa kita harus beragama? Dalam wawancara tersebut, banyak ditemukan para responden yang mulai agak tersebdat menjawabnya. 
  3. Apabila kamu mengetahui hari terakhirmu kapan, apa yang akan kau lakukan di hari terakhir? Ketika ditanya seperti ini, mayoritas pada bengong dan lebih terhentak lagi… sambil mikir panjang ada yang bilang: “Wow, what a question…”. ada yang menjawab, “saya akan menuangkan champagne, duduk tenang dan menunggu waktu tersebut. Macam-macam…
Melihat video itu, saya juga menanyakan lagi kepada diri saya, 3 pertanyaan simpel tersebut… termenung sejenak. Untuk apa melakukan ini semua? Ngapain capek-capek ngelakuin hal yang ‘tidak wajib’? Apa yang akan terjadi setelah saya meninggal: diri saya, keluarga, orang-orang di sekitar?
Kesimpulan sejenak, saya berfikir ulang… dan saya memberanikan diri untuk berkata di dalam hati: “ini hidup gw, gw pengen menikmati hidup dengan apa yang gw suka dan gw percaya… gw tau passion gw apa. gw pengen bebas, hidup melintas batas… gw pengen memuaskan diri di dunia ini, sehingga di hari terakhir gw kelak, gw gak akan menyesali apa-apa yang gw lewati dalam hidup ini…. dan ini semua, bisa dilakukan kalau ada yang namanya: kedisiplinan!”
Kalau anda ditanya 3 pertanyaan di atas? gimana… 🙂

ini dia videonya…

Advertisements

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

My thoughts in Twitter: @andytirtaboy

Advertisements
%d bloggers like this: