Artikel Bebas, Ekonomi dan Budaya, Indonesia, International, Sosial & Politik

Chaos Theory, dalam Masyarakat

Sore ini saya berdiskusi dengan Pa Azman, seorang Pria Malaysia beranak 5 yang sedang menempuh S3 di kampus saat ini saya sekolah, Yeungnam University. Beliau semester ini diwisuda, alhamdulillah… Oh ya, Pa Azman bisa kuliah di sini atas biaya dari perusahaannya bekerja di Malaysia, ‘Telkom’ Malaysia.
Pembicaraan saya dengan Ce’ Azme, biasa beliau disapa, selalu berkisar tentang Islam, kenegaraan, kehidupan, akademis dan sesekali tentang pernikahan, huahaha…
Sore ini, lepas (org Malaysia nyebutnya lepas, kita setelah, kkk) ashar kami berdiskusi tentang kondisi negara masing-masing. Ternyata, majunya Malaysia saat ini, masih ada yang terasa kurang menurut beliau jika dibandingkan dengan Indonesia, yaitu kebebasan berbicara dan berdemokrasi… Indonesia menurutnya, adalah contoh yang baik untuk mereka, mencontoh penerapan demokrasi di rakyat yang sangat plural, berbeda suku, agama dan golongan…

Bahasa Indonesia pun menurutnya sangat powerful, karena digunakan sebagai bahasa pemersatu. Dikomparasi dengan kondisi di Malaysia, bahasa Melayu yang menjadi bahasa Nasional, tidak lah dipakai secara menyeluruh tergantung asal keturunan WN Malaysia. Jadi klo ortu si anak adalah India, maka bahasa India sehari-hari, bahasa mandarin, ataupun bahasa Inggris yang dipakai di perusahaan swasta dan sekolah-sekolah. Bahkan di tv, channel yang ada beragam bahasa.

Hal lain mengenai kebebasan berbicara. Beliau suka ‘iri’ menonton acara debat dan diskusi tentang Pemerintah di Indonesia. Semua bebas terucap dan tidak ada sensor. Setengah senang setengah kesal, saya berujar: wah, di Indonesia benar-benar bebas Pa…

Dalam pembicaraan tersebut, ada satu terminologi yang dibahas oleh Pa Azman, mengenai Chaos Theory dalam masyarakat, yang menurut saya sangat menarik. Ia mencontohkan seperti diagram fasa es, air dan uap. Molekul air dalam es, membutuhkan energi yang cukup, untuk merubah dirinya menjadi air. Tentu kita semua ingat kan, bahwa jarak molekul es, air dan uap, berturut-turut lebih longgar. Nah, utk melompat ke fasa yang lain, akan ada suatu titik kulminasi, di mana semua energi berkumpul dan akhirnya dapat ‘membebaskan’ sekat, jarak dan ikatan-ikatan yang ada.

Reformasi ’98

Dalam masyarakat, hal tersebut pun juga terjadi. Masyarakat yang lebih bebas, biasanya dilahirkan dari kulminasi kondisi dan masalah-masalah yang dihadapi bersama, sehingga mengharuskan untuk terjadi sebuah perubahan besar (revolusi?), yang dalam teori tadi disebut sebagai chaos. Setelah chaos terjadi, kondisi masyarakat tentunya akan kelimpungan di awal, karena kondisi baru, di mana dibutuhkan adaptasi, namun setelahnya berlangsung akan didapati adanya steady state, kondisi yang nyaman dan tenang.

Indonesia mengalami hal itu! Saya mengaminkan teori tersebut. Akhir 60an, Indonesia chaos di pergantian Soekarno ke Soeharto, setelahnya? terjadi krisis bahan pangan dan setelahnya, Indonesia yang mengelu-elukan orde baru sebagai sebuah padanan kata yang menggambarkan kondisi jauh lebih baik dari sebelumnya, gemah ripah lohjinawe katanya. Tahun 98, Indonesia mengalami chaos lagi, setelahnya kita sempat jatuh bangun di perekononian, saat ini? At least menurut data-data yang dipaparkan, kondisi perekonomian kita berada di kondisi baik. Dan jika kita merujuk ke-‘iri’-an Pa Azman kepada Indonesia, boleh jadi, kita dalam kondisi yang sedang dalam tahap ‘nyaman’…

Hehehe… Kesimpulan yang dapat diambil, mari kita nikmati dan maknai suasana saat ini. Kesimpulan lain yang harus kita sadari: sampai kapan kenyamanan ini akan berlangsung, dan kapan chaos berikutnya akan kita rasakan? 10, 25 atau 50 tahun lagi? 😀

Salam hangat

Advertisements

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

My thoughts in Twitter: @andytirtaboy

Advertisements
%d bloggers like this: