Indonesia, International, My Thoughts

Sekapur sirih… One Indonesia Day

Awal Juli lalu, bertempat di Los Angeles Convention Center, Negara Bagian California, Amerika Serikat, dilangsungkan sebuah perhelatan akbar. Congress of Indonesian Diasposra (CID), sebuah acara yang digagas untuk para perantau (diaspora) Indonesia di seluruh dunia; memberikan kesadaran akan besarnya potensi, keberagaman, keahlian, kekayaan-kreativitas; serta sebuah ajang di mana gagasan dan cara pandang untuk Indonesia yang lebih baik bercampur baur.
Satu bulan sebelum CID, para WNI di Korea Selatan sukses menyelenggarakan sebuah acara bertajuk One Indonesia Day (OID). CID dan OID tidak pernah diperbincangkan di sebuah meja yang sama, namun ide, semangat dan tujuan di dalamnya sangatlah mirip adanya.

OID lahir dari sebuah kondisi sosial WNI di Korea Selatan yang menggelitik, di antaranya:

a. Lahir dan berkembangnya banyak organisasi, paguyuban dan komunitas yang memiliki beragam kekhasan, skill/kelebihan dan kontribusi positif di berbagai bidang. Sayangnya, belum ada sebuah ‘kebersamaan’, link-match dan juga ajang saling mempromosikan diri masing-masing.
b. Disadari atau tidak, adanya sekat sosial yang kadang terasa, yang membatasi 3 elemen besar WNI di Korea: KBRI, para Pekerja dan para Pelajar. Secara sosiologis sekat tersebut lumrah terjadi, namun begitu usaha untuk menguranginya perlu terus dilakukan agar tercipta sinergisme dan saling dukung.
c. Tidak adanya sebuah momen/wadah di mana para WNI di Korea, dapat berbaur jadi satu, tanpa kelas dan batas.
OID hadir sebagai sebuah katalis, yang mempercepat interaksi antar elemen, antar organisasi, paguyuban dan komunitas yang ada di Korea. OID lahir sebagai sebuah hari di mana setiap WNI di Korea dapat melepas penat setelah lelah berjuang di Negeri Ginseng ini. OID diperjuangkan oleh para Panitia di dalamnya untuk sebuahb semangat: “WNI di Korea harus kompak, saling support, saling menghormati dan menghargai, dan bersatu untuk Indonesia yang lebih baik, dan bermartabat”.
Kembali ke acara CID yang ada di Amerika. Dalam sebuah sesi saya diperkenankan untuk bercerita tentang kondisi WNI di Korea. Cerita saya hanya seputar tentang kebersamaan dalam pembangunan Mesjid Indonesia, UT Korea, pelatihan-pelatihan yang diadakan, serta OID yang dilaksanakan bersama para paguyuban dan beberapa hal lain. Tak disangka, decak kagum mengalir akan apa-apa yang WNI di Korea lakukan dari berbagai pihak: para perwakilan WNI dari beberapa Negara di dunia, perwakilan Pemerintah RI, para profesional dll. Satu kesimpulan saya saat itu: WNI di Korea, awesome!
Mari kita jaga kebersamaan ini, dan terus dipupuk… seperti semangat yang ada di OID: Indonesia, satu!
Salam,
Andy Tirta

Advertisements

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

My thoughts in Twitter: @andytirtaboy

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Advertisements
%d bloggers like this: