Islam, My Thoughts

Bersegera dalam menajalankan perintah Allah swt

Kehidupan para sahabat selalu memberikan hikmah, penyemangat dan pelajaran dalam hidup kita. Dalam kesehariannya, berbagai problematika sosial dipaparkan secara gamblang dalam siroh nabawiyah. Satu yang menarik, adalah kisah seorang sahabat yaitu Ka’ab bin Malik dan dua orang rekannya. Suatu waktu, Rasululloh SAW memerintahkan para kaum muslimin saat itu untuk berjihad melawan para musuh-musuh Allah. Ka’ab adalah pemuda yang gagah dan kuat, karenanya perintah untuk berjihad datang kepadanya. Berbeda dengan dua orang lain, walaupun masih melekat perintah jihad kepada mereka, namuan mereka sangat uzur, apabila dibandingkan dengan Ka’ab.

Ada yang sangat menarik dalam kisah tersebut..

Ka’ab bin Malik, tidak ikut dalam peperangan. Ia berleha-leha dalam melakukan perjalanan tersebut. Awalnya ia berfikir, ah, pasukan masih berbaris… berikutnya ia berfikir, ah, baru sampai di sana, aku masih mampu mengejarnya beberapa saat lagi. Lama berselang, Ka’ab sadar, bahwa ia sudah tertinggal jauh dan sulit untuk mengejar pasukan Muslim hingga akhirnya para pasukan tersebut kembali dari medan peperangan. Ka’ab sadar, dirinya telah lalai dan menunda-nunda ibadah dan kewajiban untuk berjihad. Walau begitu, ia sadar dan tahu, bahwa ia melakukan kesalahan dan kelalaian. Hingga datanglah Ka’ab bersama kaum muslimin lain yang tidak ikut peperangan untuk menemui Rasululloh SAW dan memamparkan alasan-alasan kenapa merekatidak ikut dalam jihad tersebut.

Ka’ab adalah pemuda yang taat, tidak mau berbohong dan tidak mau menjadi golongan munafik yang saat itu memaparkan sejuta alasan untuk tidak mengikuti peperangan. Walau begitu, Ka’ab juga tahu, dia bisa saja berbohong untuk mengelabui Rasululloh SAW. Namun ia tidak melakukannya. Dia jujur, dia telah berleha-leha dan menunda-nunda persiapan jihad. Dia memiliki niatan yang kuat untuk ikut dalam perjalanan, namun sekali lagi, dia ‘hanya’ berleha-leha sehingga tanpa sadar telah jauh tertinggal oleh pasukan muslim. Mendengar jawaban Ka’ab, Rasululloh saw saat itu ‘marah’, dan mengatakan bahwa hukuman untuk Ka’ab akan menunggu ketentuan dari Allah swt.

Bentuk hukuman kepada Ka’ab datang. Hukuman tersebut adalah dengan mengucilkan Ka’ab dari komunitas Muslim. Ia tidak ditegur, dikucilkan dan diboikot dari masyarakat saat itu. Hingga ketika ia berpergian ke pasar, tidak ada orang yang bersedia bertransaksi dengannya. Ketika Ka’ab bertemu Rasululloh, Rasululloh langsung memalingkan muka, begitupun sahabat. Hukuman Ka’ab itu berlangsung hingga 40 hari. Selesai? Tidak, setelah hari ke 41, sang istri dilarang untuk menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri.

Dunia terasa sempit bagi Ka’ab. Oran-orang yang biasa mencintai dia, istri, sahabat-sahabatnya, bahkan Rasululloh saw, menghindar darinya. Mungkin kita juga berfikir, bagaimana jika kita diposisi Ka’ab? Apa yang akan kita lakukan? Hingga sebuah ujian datang lagi kepada Ka’ab. Ka’ab dihasut oleh kaum kafir untuk bergabung dengan mereka. Ka’ab dengan tegas menolaknya. Dalam kurun hukuman tersebut, hal yang ‘unik’ dari Ka’ab adalah bahwa ia terus beribadah kepada Allah swt, melakukan apa yang diperintah Rasululloh SAW, ia terus bertaubat, tak kenal lelah, dan selalu memiliki sikap optimis dan berprasangka baik kepada ketentuan Allah swt. Ka’ab, dengan gigih bertahan dalam ujian yang maha berat tersebut.

Hingga suatu waktu, hari yang indah datang bagi seorang Ka’ab. Seorang sahabatnya menyapa dan memberitahu, bahwa turun sebuah ayat, yang mengatakan bahwa hukuman pengucilan kepada Ka’ab telah berakhir. Ka’ab sangat haru dan bergembira. Bahkan, saking senangnya, Ka’ab yang merupakan salah satu saudagar kaya saat itu, langsung memberikan pakaian terbaiknya kepada orang yang pertama kali memberitahu hal tersebut. Bahkan beliau samapai meminjam sebuah baju dari teman lain, karena ingin bertemu dengan Rasululloh saw dan mengkonfirmasi hal tersebut dengan pakaian yang terbaik.

Sepanjang perjalanan menuju rumah Rasululloh, Ka’ab bak disambut bagai raja oleh kaum muslimin saat itu.  Kaum Muslimin sangat mencintai Ka’ab, dan Ka’ab pun mencintai mereka. Ketika bertemu dengan Rasul, Ka’ab bertanya akan benar tidaknya sesuatu yang ia dengar dari sahabatnya, Nabi membenarkan. Q.S. Attaubah, ayat 118 :“dan terhadap tiga orang [Yaitu Ka’ab bin Malik, Hilal bin Umayyah dan Mararah bin Rabi’. Mereka disalahkan karena tidak ikut berperang.] yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa merekapun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”

Sahabat, banyak hikmah yang bisa kita ambil dari kisah Ka’ab. Niat dalam menjalankan perintah Allah swt haruslah diiringi oleh amal perbuatan yang dilakukan dengan penuh semangat, tidak berleha-leha dan menunda waktu pelaksanaannya. Kita tidak mengetahui, kapan waktu sempit, rezeki yang sulit, dan badan yang sakit menghampiri. Karenanya, marilah kita bersegera apabila panggilan Allah swt datang dalam setiap ibadah-ibadah. Dari Ka’ab kita juga belajar, kegigihan seorang muslim dan prasangka yang baik kepada Allah swt dalam mempertahankan aqidah di berbagai macam kondisi, akan memberikan buah manis, nikmat dan keberkahan dari Allah swt.

 

Wallahu a’lam bisshawab

Advertisements

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

My thoughts in Twitter: @andytirtaboy

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Advertisements
%d bloggers like this: