Islam, My Thoughts

Tentang Bupati ****g yang sedang terkenal :D

Dalam sebuah milis komunitas yang saya ikuti, seseorang membuka topik ttg seorang Bupati yang dianggap ‘nyeleneh’, karena pernikahan singkatnya. Kaget juga saya dengan judul thread itu. “Wah, sepertinya akan ‘unik’ nih pembahasannya“, gumam saya dalam hati,Β  karena banyak berita saat ini, status fb, komen di twitter, komentar2 di forum, mirip di manapun… Secara umum, hampir tulisan mengutuk kejadian itu, namun melihat ini sebatas masalah ‘personal’, masalah pribadi sang Bupati yang nyeleneh. Umumnya seperti itu yang saya lihat secara sekilas…

bupati

Gambar sengaja dibuyarkan untuk melindungi identitas Sang Bupati πŸ˜€

Yang bikin saya *mengelus dada adalah ternyata di milis tersebut tidak membicarakan ttg kelakuan aneh yang bersifat ‘personal’, tapi lebih dari itu, melihat ke akar masalah yang ada: legalitas nikah sirri dipandang dari sudut kenegaraan dan konsep ‘kewajiban’ mendaftarkan pernikahan sebagai dasar hukum apabila terjadi perselisihan di antara pasangan mempelai, harta gono gini, akta kelahiran anak, Kartu Keluarga, warisan dlsb. Beberapa bahasan teman2 saya yang cerdik dalam melihat masalah ini adalah sbb:

“Sebenarnya, institusi umat Islam harus membuka diri dan pandangan bahwa praktik nikah sirri (dan juga poligami) banyak disalahgunakan oleh mereka yg pemahaman agamanya kurang. tidak ada yg salah dgn nikah sirri menurut agama, tetapi apakah susahnya jika pernikahan harus didaftarkan kepada negara? kenapa juga nikah harus sembunyi2? kalo ada itikad baik, masak ga mau untuk melapor ke negara?” – (Awid)

“Pada prinsipnya saya sepakat nikah siri harus dicatatkan ke negara. Jika tidak dicatatkan, tentu pasangan tak punya buku nikah, tidak ada KK, anaknya tidak punya akta lahir, repot nanti kedepan.

Yg jadi masalah, pencatatan negara itu jadi “kewajiban”, bukan “hak”. Jika jadi kewajiban, konsekuensi yg muncul: membayar biaya admin. Jika ini jadi “hak”, konsekuensinya negara harus mencukupi hak ini bagaimanapun caranya.

Bbrp kasus, sebagian warga sangat miskin hanya nikah siri karena terkendala biaya. Ada pula kasus kendala geografis, keluarga yg tinggal di pegunungan dg susah akses ke pelayanan publik. Kasus yg ini sih ga bisa disamakan dg kasus Ac*** sensor.

Jika pencatatan nikah jadi “hak warga negara”, konsekuensinya negara harus penuhi itu. Termasuk menggratiskan biaya. Saya pikir biaya bikin buku nikah se-Indonesia jauh lebih murah dari biaya pilkada.

Jika sudah demikian, silakan ditindak bagi yg nikah siri. Kalau sudah gratis, ada alasan apa lagi? Kalau institusi-institusi yg menolak pencatatan nikah ke negara, apakah mereka bisa menjamin atau memberi perlindungan jika ada kasus, terutama terhadap perempuan yg dalam posisi inferior dalam kasus ini..” – (Arip) <=== belum nikah tapi ahli banget kayanya πŸ˜€

“Sepemahaman saya sih nikah siri itu ga sesuai dengan semangat sunnah nikah itu sendiri. Kalau kita nikah maka sunnahnya ada walimatul ursy yang sepahaman saya dimaksud agar semua orang tahu (zahir bukan sirr) dan tidak menimbulkan fitnah di masyarakat, makanya ga aneh kalau …..sensor…. πŸ˜€

Kalau saya punya kapasitas untuk berfatwa sih, saya pengen banget ngeluarin fatwanya haramnya nikah sirri alias nikah ga dicatat sama negara karena banyakan madhorotnya ketimbang rokok … plus merujuk mas arif, fatwa buat eksekutif bahwa pencatatan nikah adalah hak warga negara dan karena itu gratisΒ Β #wilddream.com ” (Bang Fitra)

=====

See? Lepas dari sumpah serapah, membicarakan urusan personal yang tidak ada manfaat, dan jauh dari itu: mencoba mencari solusi dari masalah yang ada… Cakep banget deh. Isu yang ada bukan digoreng untuk kepuasan pribadi ngomongin salah orang, tapi mencari akar masalahnya dan berusaha mencari solusi konkretnya.

Nah kalau saya yang ditanya tentang kasus Bupati x ini, jawaban saya adalah: “hmmmmm, saya belum bisa jawab banyak, saya belum berpengalaman, bukan ahli dan gak tau seluk beluk masalahnya secara mendalam…” IYKWIM πŸ˜€

.

*mengelus dada sambil ngucapin: alhamdulillaaah, punya temen baek2, pinter2 dan solutip πŸ˜€

Advertisements

Discussion

12 thoughts on “Tentang Bupati ****g yang sedang terkenal :D

  1. Sebelum ada kasus rame ini.. sempet diskusi sama temen yang agamanya kristen katolik..

    di agama mereka, nikah siri itu dilarang, ada larangan dari Paus-nya sendiri.. dan gua sempet merasa “jelek”-nya umat muslim karena membolehkan atau bahkan mencari penghasilan dari praktik yang akan merugikan diri sendiri dan terutama wanita.

    Muncul pertanyaan.. Apa susahnya sih bikin nikah siri Terlarang paling tidak dari segi kenegaraan kalau emang dari agama banyak ustad2 jenggotan-bersorban-tukang-rokok pada gak setuju?

    Posted by havban | December 5, 2012, 11:51 pm
    • Hmmm, kalau kita liat hadist nya Bro, Rasululloh saw nyuruh seseorang yang menikah, untuk memberi kabar kepada para tetangga ko, jadi menurut gw, ada peran ‘oknum’ di sini untuk kasus2 tertentu (macem kawin kontrak lah). Cuma setau gw juga, syarat sahnya nikah itu secara islam ada 2 saksi yang baligh, wali nikah, dan pasangan, itu sebagai syarat minimalnya kan? πŸ™‚

      Nah, menurut gw juga, kita gak bisa men-generalisir kawin sirri ini langsung dibolehkan/tidaknya, kaya kata si Arip di atas, utk yang tinggal di gunung/daerah terpencil, gak punya duit buat ke KUA dan bayar penghulu, yang penting sah aja dari sisi agama, bagi mereka itu udah cukup. Nah, klo kondisinya seperti Pa Bupati satu ini, menurut gw tentu ini jauh berbeda, semangat yang terlihat udah ‘gak asik’ di awal. Padahal klo dia jadikan resmi dan dibikin pesta besar2an, menurut gw orang2 jadi jauh lebih respek sama dia, kaya respeknya dunia sama si Sarcozy yang nikahin Carla Bruni, huahahaha….

      well, prosedur tetapnya dan himbauan (sunah) Nabi udah jelas, batasan hukum minimalnya juga dah jelas, dasar onkumnya aja πŸ˜€

      Posted by Andy Tirta (boy) | December 6, 2012, 1:17 am
      • kalau kondisi darurat ya jelas hukum yang berlaku beda bro.. ya pemerintah juga mustinya bisa memaklumi.

        ini kan kondisi standar.. ya bikin aja aturan di MenAg-nya.. kan yang rugi banyak banget kalo kejadian kayak gini..

        hukum minimal ya jelas ada.. cuman butuh saksi dua biji, tapi kan itu dasar banget…

        sama kayak baju nutup aurat.. kalau mau pake minimal.. ya udah tuh cowo2 dadanya keliatan.. tapi kan gak gitu.. di beberapa tempat bisa ditangkep orang yang bertelanjang dada.

        Posted by havban | December 6, 2012, 1:23 am
  2. jgn smpe nikah siri y Boy,apalagi nikah sm anak di bawah umur… πŸ™‚

    Posted by ratihdians | December 6, 2012, 12:35 am
  3. ho oh, sepakat sama boy

    Posted by Anonim | December 6, 2012, 12:41 am
  4. banyak sensornya,kek lembaga sensor film ^_^

    Posted by heri | December 6, 2012, 12:42 am
  5. Topiknya cakep banget.. sepertinya ada yang sudah kebelet utk bertemu tulang rusuknya.. *peace*

    Posted by Nasikun | December 6, 2012, 8:20 pm
  6. Negara dan MUI mendiskusikan fatwa tentang harom nya nikah siri?? Ane rasa setuju alasannya menyangkut HAM dan image islam itu sendiri yg di buat para pelaku Nikah siri jadi kurang baik,
    contoh: “Ada uangkapan dari non muslim menyatakan bahwa agama kita begini begitu tentang nikah siri dan poligama”
    walaupun dalam islam boleh tetapi hal itu harus banyak pertimbangan tentunya bukan begitu?
    Kemabali ke sistem di mana negara kita menganut Pancasila yang mana bagi seluruh rakyat indonesia, menyangkut HAM jelas Nikah itu harus tercatat di KUA kalau tidak tercatat di KUAseperti nikah siri berarti Ilegal walaupun di dalam islam boleh-boleh aja!
    Untuk yang mau beristri dua saya sepakat itu boleh-boleh saja selagi adil dan mampu dan tercatat di KUA bukan begitu Gan????

    Posted by Muklas | December 6, 2012, 8:52 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

My thoughts in Twitter: @andytirtaboy

Advertisements
%d bloggers like this: