Artikel Bebas

Tentang Menantunya

Dalam sebuah adegan, 3 hati 2 cinta 1dunia (yang main yg Reza Hardian, Laura Basuki dan Arumi Bachsin, yang bercerita tentang 3 orang saling cinta, tapi beda keyakinan itu loooh), ada fragmen menarik, di saat Ochim, yang seorang penyair, membacakan sebuah puisi, kepada Ibundanya. Puisi tersebuat dibuat oleh Rendra, Sang Burung Merak. Beberapa lama, setelah nonton film itu, saya tertarik untuk mencari-cari isi total puisi itu, sungguh menarik dan bagus ternyata.

Secara umum, sudah mafhum bahwa ‘melepaskan’ anak kesayangan, terutama seorang wanita, adalah hal yang sangat berat bagi kedua orang tua, dan mungkin terutama seorang Ayah (sang Wali). Bagaimana tidak, belasan-puluhan tahun ‘dihidupi’, dibina, dijaga, dirawat, tetiba seorang asing meminta sesuatu yang sangat dicintainya. Karenanya, sangatlah penting menjaga kepercayaan yang diberikan, karenanya juga pertanggung jawaban menjadi sangat berat, dunia akhirat Cing! Trus bagaimana dengan Anak Lelaki? Banyak mungkin orang tak menyadari, bahwa ada juga seseorang yang merasa ‘sedih’, kehilangan, ketakutan akan ‘masa depan’ tanpa Sang Anak Lelaki, dan berat merelakan ‘kepergian’ sang Anak, dan Ibu mungkin seseorang yang paling kena di sisi ini.

Rendra, dalam puisi di bawah ini mampu mengartikulasikannya dengan baik. Sangat baik! Bahwa kesedihan hati yang ada di Ibunda adalah bukanlah kesedihan isak tangis karena kekecewaan, tapi sedih karena khawatir tak bisa lagi bersama dirinya. Seperti kehilangan salah satu body guard yang selama ini menemani, yang menuntun ketika turun dari kendaraan, yang menanyakan selalu: mau diantar ke mana?; kekhawatiran pun juga lebih disebabkan akan dirinya, apakah setelah puluhan tahun intense dirinya akan ditinggalkan.

Membacakan puisi ini secara langsung kepada orang tua, kepada Ibu terutama, sepertinya akan menjadi hal yang baik bagi seorang Lelaki yang siap menempuh hidup baru, yang akan segera melangsungkan pernikahan. Mama, izinkanlah burung dara yang selama ini kau piara, esok hari, pergi meninggalkan kandang yang selama ini kau buatkan…  Mohon doa keberkahan, keridhoan, keikhlasan untuk kami, Mama

bismillah…

===============================================

 

SURAT KEPADA BUNDA
Ws Rendra,

Tentang Calon Menantunya

Mamma yang tercinta,
akhirnya kutemukan juga jodohku
seseorang yang bagai kau:
sederhana dalam tingkah dan bicara
serta sangat menyayangiku.

Terpupuslah sudah masa-masa sepiku.
Hendaknya berhenti gemetar rusuh
hatimu yang baik itu
yang selalu mencintaiku.
Kerna kapal yang berlayar
telah berlabuh dan ditambatkan.
Dan sepatu yang berat serta nakal
yang dulu biasa menempuh
jalan-jalan yang mengkhawatirkan
dalam hidup lelaki yang kasar dan sengsara,
kini telah aku lepaskan
dan berganti dengan sandal rumah
yang tenteram, jinak dan sederhana.

Mamma,
Burung dara jantan yang nakal
yang sejak dulu kaupiara
kini terbang dan telah menemu jodohnya.
la telah meninggalkan kandang yang kaubuatkan
dan tiada akan pulang
buat selama-lamanya.

Ibuku,
Aku telah menemukan jodohku.
Janganlah kau cemburu.
Hendaknya hatimu yang baik itu mengerti:
pada waktunya, aku mesti kaulepaskan pergi.

Begitu kata alam. Begitu kau mengerti:
Bagai dulu bundamu melepas kau
kawin dengan ayahku. Dan bagai
bunda ayahku melepaskannya
untuk mengawinimu.
Tentu sangatlah berat.
Tetapi itu harus, Mamma!
Dan akhirnya tak akan begitu berat
apabila telah dimengerti
apabila telah disadari.

Hari Sabtu yang akan datang
aku akan membawanya kepadamu.
Ciumlah kedua pipinya
berilah tanda salib di dahinya
dan panggillah ia dengan kata: Anakku!

Bila malam telah datang
kisahkan padanya
riwayat para leluhur kita
yang ternama dan perkasa.
Dan biarkan ia nanti
tidur di sampingmu.

la pun anakmu.
Sekali waktu nanti
ia akan melahirkan cucu-cucumu.
Mereka akan sehat-sehat dan lucu-lucu.
Dan kepada mereka
ibunya akan bercerita
riwayat yang baik tentang nenek mereka:
bunda-bapak mereka.

Ciuman abadi
dari anak lelakimu yang jauh,

Willy.

Sumber : http://www.karyapuisi.com/2010/04/ws-rendra-surat-kepada-bunda.html#ixzz2nxfsnKAl
Advertisements

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

My thoughts in Twitter: @andytirtaboy

Advertisements
%d bloggers like this: