Artikel Bebas, Indonesia, Sosial & Politik

Hey, siapa kita? siapa mereka? mari ngaca!

Kampanye Pemilu emang selalu bikin hidup di Indonesia jadi seru, at least dalam 5 tahunan, hehe… ini lah masa di mana, tukang sablon, konveksi untung besar, atau bisa juga buntung parah karena caleg gagal lolos gak mau bayar sisa cetakan (banyak kejadian tuh, hehe). Buat para ‘penonton’, simpatisan, atau golput-ers, santai aja sih, gak usah pake jotos2an atau sampe putus silaturahim, pertemanan dan jadwal kongkow2. Tuh masing2 bos yang kalian dukung, mereka klo ketemu santai2 aja ko, debatnya juga debat konsep kebangsaan, pola mengatur masyarakat, bukan adu mulut atau komen2an, hueheuehe…. jadi inget sebuah teori: “Dalam komunitas Mafia/Preman, yang paling songong, belagu, ngeselin tuh bukan para Bos2ya, tapi preman2 kroco kelas teri yang minta pengakuan di masayarakat, gaya aja…” *no offense :D.

Nah, gw pengen bahas sedikit tentang fenomena yang menurut gw adalah hal yang buruk tapi gak banyak orang nyadar: suka njelek2in personal calon presiden dari ‘lawan’ politik. Apa maksud gw? begini ceritanya… eh, ini tentang person-al ya, terutama yang pede mau nyapres, bukan tentang partai. Karena klo menurut gw secara pribadi, partai adalah wadah ‘perilaku kolektif’, itu gak bisa dijadikan cermin personal di dalamnya.

Ok, kembali ke laptop! Coba deh sesekali lo googling, siapa2 aja sih figur2 yang mau nyapres  dan yang muncul di tivi/media saat ini. Mulai yang dari inisialnya A, D, G, H, J, M, N, S, W,,, itu orang2 hebat loh! kampret lah, maksud gw, parahlah kalo ada orang yang bilang mereka gak bisa apa2. Karya2 mereka untuk Indonesia itu udah puluhan tahun, teruji secara empiris dan klinis (maksud gw, mereka pernah juga uji kesehatan sebelum naik jabatan/maju nyapres kan, hehehe). Broh, ada dari mereka yang punya pengalaman manaj puluhan ribu orang di perusahaannya, ngegerakin ribuan orang untuk berkontribusi untuk Indonesia, ada juga yang sudah mencerdaskan ribuan orang, ngasih dana santunan sampe angka MM-an, ngebangun fasilitas dan sarana umum untuk warga masyarakat, meregang nyawa untuk mempertahankan kedaulatan… terus kita masih berani menye’2 (gw gak tau bahasa Indonesia menye’ tuh apa, hehe), ngejelek2in mereka, atau bilang mereka adalah pemimpin kelas cupu? Broooh, siapa kita? siapa gw? lo siapah?

gambar ngambil dari omgugel 😀

Di tataran nasional macem ini, tivi nyiarin muka manusia tuh gak murah Broh, muahal! Untuk iklan bedak ketek aja, 30 detik mereka bisa ngeluarin duit puluhan juta. Apalagi klo sampe muka kita muncul di tv, menjadi objek pemberitaan karena inspirasi – kebaikan, that’s such a great thing, pencapaian seseorang yang perlu kita hargai, menurut gw. Terlepas dari mereka yang juga punya tivi buat nyiarin muka sendiri, figur2 yang menjadi contoh bagi ratusan ribu orang, tentu orang tersebut memiliki suatu kebaikan yang besar. Lo gak suka sama figur personal X yang partainya ada banyak di twitter? Booos, saat kita lagi main gundu, itu orang mungkin lagi dikejar2 sama pulisi karena mencoba teriak untuk kebijakan Pemerintah yang lagi nyengsarain orang banyak. Atau saat kita pagi2 lagi makan nasi uduk, bisa jadi si figur personal Y, dari subuh udah ngisi pelatihan dan pembekalan ke remaja2 di mushola2… Trus dengan seenaknya kita nyepelein perjuangan2 mereka? siapa kita? siapa gw? lo siapah?

Menilai seorang person secara proporsional, itu bisa mengingatkan kita, bahwa figur yang kita lagi liat itu adalah seorang bani adam, manusia! Doi tentu punya cela, cacat, kesalahan, kekurangan manusiawi yang mungkin itu gak berkenan di hati kita. Tapi pukul rata bahwa itu orang adalah sampah, menurut gw kita bisa jadi gak adil. Ngomentarin sisi celanya saja tanpa menyebutkan kebaikannya, gak asik Sob!

Tapiiii, ada fenomena lain yang gak kalah menarik adalah: memuja memuji secara berlebihan! sama aja seperti fenomena sebelumnya, tidak menyadari bahwa figur tersebut pun juga bisa salah, sehingga wajib untuk terus dijaga, diingatkan, diawasi, dikoreksi. Menurut gw juga, berlebihan dalam admiring someone itu adalah penyakit, apalagi klo sampe meng-kultus-kan individu. Klo sampe diri kita cuma mentok ‘ngejual’ orang lain, gak banyak berkarya dan sehari2 cuma bisa posting: “si A heeeeebat loh, orangnya….begini begitu, pokoknya hebat lah“. Hal itu sama aja mendeskriditkan diri kita secara pribadi, karena (harusnya) kita juga bisa ko kaya itu orang, kalo kita mau, berusaha keras, dan doa yang banyak (tentunya ada takdir, nasib Broh, hehe). Dan juga, disadari atau tidak, ada juga fenomena orang2 yang ‘berlindung’ di balik tokoh2 hebat. Ketika dia posting/komen tentang figur tersebut, nge-quote omongan2 sang idola: trus dia merasa hebat, merasa memiliki kredibilitas dan karya yang sama seperti orang yang diagung2kannya. Broh2, banguuuun, ironah klo kata orang korea… Jangan mendompleng kehebatan orang untuk naikin rate kita atau ngejadiin mereka tameng untuk kita berlindung. Karya kita secara personal, itu cerminan diri kita, bukan dari figur siapa yang kita tampilin.

Nyambung ke paragraf sebelumnya juga. Fenomena terakhir yang lucu menurut gw adalah: ‘orang pinter’ atau golput yang mencak2 soal negara, trus cuma ngomentarin  tapi gak ngasih kontribusi kongkret di masyarakat. Broooh, menurut gw, melihat negara tuh harusnya semacam kita ngeliat keluarga besaaar kita (ini pun klo merasa bagian dari keluarga ya)… orang2 yang pinter2, yang punya akses terhadap pendidikan, atau tajir, itu semacam orang Dewasa – anak yang tua, gak punya hak untuk mencak2 tapi justru harusnya menata yang gak bener di rumah, ngerapihin, ngejaga dan ngebina bocah2 kecil agar mereka bisa merasa aman, nyaman, perut kenyang, gak rewel dan gak sakit. Yang berhak mencak2 itu orang susah, yang membaca saja sulit, yang udah berjuang mati2an ngebela negara/ngebentuk sistem, tapi masih aja kacrut atau dirusak sama penerusnya. Rakyat kecil tentu mikirnya: ini negara ko ancur banget ya, orang2 pinternya pada gak becus, gak pada kontribusi, mikirin perut masing2 kali ya? atau, itu pun klo emang mau marah2, yang paling berhak marah2 ke Indonesia itu ya Pa Soekarno, Bung Hatta, Pa Natsir, Buya Hamka, Kasman Singodimejo, Ngurah Rai, dr Cipto, dll, itu pun klo mereka masih hidup. Mereka bisa bilang, “Oi pemirsah, ini kenapa negara kita pertumbuhannya lambat bener, kenapa lo para pejabat pada korupsi? pada gak nyontoh gw dkk yang sebagai pejabat mendarma baktikan hidup untuk orang banyak? yang bisa hidup secara sederhana?

Hmmm, ngapain kek kita biar lebih konkret kontribusi ke masyarakat, jadi gak cuman ngomen dan ngepost doang tentang situasi terkini di Indonesia… ngajar kek, ngelatih silat, basket, bola, bikin tempat buat kursus, bikin pelatihan, bantu nyalurin dana sosial buat orang2 gak mampu, nulis yang solutif dan konstruktif buat bangsa, cariin solusi banjir misal dengan bikin bioporos di RT kita, mengelola sampah di rumah kita sendiri dengan teknik pemisahan, 3R atau bahkan klo bisa dijual lagi biar jadi duit, asal gak dibuang terus numpuk di bantar gebang, jitakin bocah atau orang tua yang buang sampah di saluran air, atau apa aja lah…. gak cuman ngomen seru2an doang gitu, berdebat sampe jari pegel (istilahnya bukan mulut yang berbusa klo jaman sekarang :p).

lagi2, ngambil dari gugel…. ada tagline pemilik foto tuh Cynt…

hmmm, gitu deh… mari kerja keras, gak cuman cape ngomen2 di medsos! Kita coba lah, gak ngomentari personal seseorang secara berlebihan, tapi pun klo mau lebih ke karyanya yang mungkin bisa menginspirasi, atau kesalahannya, sehingga bisa menjadi pelajaran buat kita dan orang yang baca…

Lagian, siapa sih kita?!

 

*penulis lagi ‘ngaca’ nih, ceritanya…

Advertisements

Discussion

2 thoughts on “Hey, siapa kita? siapa mereka? mari ngaca!

  1. tulisannnyaa panjang bener sih boy.. (-___-!)a

    Posted by sky13 | April 1, 2014, 10:18 pm
  2. bahasanya gaul tapi sangat tawadu’…. kapan kita bisa nongkrong bersama kembali sambil mbicarain fenomena semesta? 😀

    Posted by abu raihan | April 15, 2014, 12:52 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

My thoughts in Twitter: @andytirtaboy

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Advertisements
%d bloggers like this: