Artikel Bebas, Organisasi dan Kepemimpinan

Bercerita sebagai Ketua Tim (part 1)

223 hari menjabat sebagai seorang Rektor di sebuah kampus, tentu banyak pengalaman, kesempatan dan cerita, yang mungkin akan sayang sekali kalau tidak di-share dan dikomentasikan.

Kali ini saya ingin bercerita hal-hal yang santai aja, mungkin akan dibuat beberapa part… seperti biasa, tentu saya berharap semoga tulisan2 yang ada ini bermanfaat. Dan juga, semoga tulisan ini bisa menjadi jejak apa-apa saja yang pernah dilewati selama menjadi Rektor. Minimal nanti Baek bisa membaca cerita-cerita Ayahnya yang sering pergi pagi pulang larut, ceile…

 

Part 1: Para Tokoh di UTS…. dan hikmah di balik cerita 😀

1. Pa Jack

Entah gimana cara nulis namanya, yang pasti ini pasti bukan nama asli beliau, hehe. Pa Jack ini bisa dibilang salah satu sosok paling kelam (arti denotatif ya hehe) yang ada di UTS. Wajar saja jadi kelam, Pa Jack adalah anggota Tim Taman kampus kami yang kesehariannya bertugas memotong rumput, menggunting pohon dan merangkainya, menyirami rumput dan pepohonan sehingga berjam-jam beliau terpapar sinar matahari, tanpa sun-block atau tabir surya merk Citra.  Yang paling hebat dari Pa Jack adalah: beliau bisa melakukan apapun yang kita minta, dan hampir tidak pernah menolak, luar biasa kan. Pernah kita minta untuk bersihkan tangki air utama kampus, dia gak nolak bahkan waktu mau dikasih uang, dia sampe bilang: “gak usah sih, kita kan sama-sama di kampus…”. Kagum saya sama Pa Jack.

Pa Jack punya anak laki2, namanya keren… Messi! yess, Messi. Terdengar sangat jantan, lincah dan produktif membuat goal seperti Lionel Messi di Barcelona. Tapi Messi yang satu ini agak unik nama lengkapnya. Messi Apriliani…. duuuh Pa Jack, kasih nama anaknya imut banget, wkwkkwkwkw.

 

 

Foto Pa Jack menyusul ya… bsk diambil dengan foto Pa Jack pake sweater 😀

Pa Jack kerja sangat all out. Meski saat ini ditinggal istri yang jadi TKW di Saudi, dan belum tau kapan pulang, tapi Pa Jack ini tipikal pria setia, setia menanti…. tsaaah.  Pernah kita isengin, “Pa Jack, istrinya lagi di Saudi, nikah aja lagi…”, sambil senyum dan ngomong gak jelas ketawa2, beliau bilang: “ah gak mau…”. So saat ini, beliau jadi Petugas taman, Suami yang ditinggal istri jadi TKW, dan Ayah untuk Messi, yess, Messi yang imut itu kalau pake nama lengkapnya.

Berbeda dengan mayoritas Dosen/Staf/Mahasiswa yang ada di UTS, Pa Jack ke kampus berjalan kaki dari rumahnya di sekitaran dusun Batu Alang, sekitar 1-2 km ke kampus. Karena ada absensi pagi yang harus sebelum jam 8, Pa Jack relatif harus lebih sigap dari yang lain untuk ke kampus karena berjalan kaki tadi. Tidak jarang saat pergi dan pulang kami bersama menumpang mobil dinas UTS (Alphard KW3, IYKWIM :D). Konon, zaman dahulu Pa Jack punya tanah beberapa hektar di Batu Alang. Tapi karena saat itu harga tanah di batu alang hampir gak ada harga, dilepas saja sama dia sehektar 3 juta rupiah (sehektar itu 10,000 m2 ya bosss).

Pa Jack ini ngomong gak jago,penampilan sederhana dan biasanya keringetan (udah keringetan, pake sweater pula, hehehe)… tapi beliau berhasil memikat hati saya selama di UTS. Alasan utamanya mungkin simpel: dia rajin, sangat rajin, kerjanya konsisten (ada gak adanya pimpinan dia melakukan tugas dengan baik), ayah yang baik, melebihi waktu kerja (dia datang lebih pagi, pulang lebih lambat),

hikmah cerita: be like Pa Jack yang budiman ;). Seorang Pimpinan bisa merasakan, mana anggota Tim yang bekerja secara serius, mana yang sungguh2, dan mana yang sepenuh hati-ikhlas dalam bekerja. Jangan terlalu perhitungan sama beban pekerjaan – harapan dari atasan dan apresiasi yang diraih.

 

2. Pa Bambang

Tokoh ke 2 kita adalah Pa Bambang. Badannya besar, paling besar di kampus lah. Tinggi, berotot, GAGAH lah pokoknya. Tidak salah kalau Pa Bambang kita beri amanah sebagai Security kampus. Pernah satu ketika saya main ke rumah singgahnya yang ada di pinggir sawah (rumah singgah biasa dibuat untuk beristirahat sejenak saat mengurus sawah), ada tumpukan rumput yang sudah dipotong terikat dalam pikulan setinggi kurang lebih 1 meter di kanan kirinya. Saya yang (merasa) jantan, ganteng dan kayanya kuat untuk ngangkat beban2 di fitness center, coba angkat itu pikulan, sama sekali gak bergerak. Saya tes Pa Dayat, gak gerak juga. Saya minta dua orang mahasiswa angkat itu juga, gak kuat juga. Jeng jeng jeng, giliran Pa Bambang, beres itu barang ditenteng, hiks hiks hiks…. no wondering, Gagah lah pokoknya.

Nah, kalau Pa Bambang berdiri di depan kampus, sikap serius, pandangan lurus kedepan, bisa hampir dipastikan, siapapun akan takut. Dia cukup bilang “motornya dirapihkan Dek (ngomong ke Mahasiswa)..” rapih itu hitungan detik. Ada maling lewat, ngeliat Pa Bambang, akan mikir dua tiga kali, sampe menyesali diri kenapa dirinya sampe berani berniat mau maling, hehehe… Namun, kalau saya ketemu Pa Bambang, waaaaaaaaahhhh, senang sekali rasanya hati saya. Jagoan ini langsung senyum, ketawa2 kecil, walau kadang agak2 sok imut, wkwkwkkwkw.

Waktu saya main ke tempat beliau bareng Pa Dayat (Oh ya, Pa Dayat ini assisten 1 Rektor, nanti diceritain juga lah) dan dua orang mahasiswa (yang tadi ada adegan ngangkat tumpukan rumput), Pa Bambang menjamu kami dengan sangat baik. Saking baiknya, beliau ingin menyuguhkan kami kelapa muda. So, beliau naik pohon 1, dicabut satu kelapa, dilempar ke Pa Dayat dan dites, ternyata tua. Btw, jujur saya baru ngerti saat itu, umur kelapa (muda atau tua), itu seumuran pada satu tangkainya, karenanya harus diuji ditangkai yang dimau dalam jumlah banyak. Lanjut cerita, pohon 1, gagal, semua tua. Pindah ke pohon ke 2, hasil sama, tua semua. Pohon ke 3, 4 sampe ke-5 dicoba, gagal, tua semua. Pohon ke 6 Pa Bambang nyerah, haha… beberapa bulan kemudia beliau bercerita ke Pa Dayat, sebenarnya dia tidak pernah naik pohon kelapa, tapi karena sungkan sama saya, jadinya dipaksakan naik…. huaaaaa, kkkkk… Dan sekarang kebayang, badan besar seperti beliau, tentu sangat berat dan sulit sekali untuk naik pohon.

 

Fotonya menyusul, nanti pake motor keren Pa Bambang

Well, bercerita tentang Pa Bambang, haruslah bercerita tentang motornya. Ehem, izinkan saya berbicara agak lebay. Motor Pa Bambang, security kampus kami, adalah CBR terbaru warna hitam. Ehem, yess, itu lah kampus kami. Now, para pembaca bisa membayangkan, security kampus aja pake CBR, trus Rektornya pake apa…. seperti yang disampaikan di atas, Rektor UTS naik Alphard,

 

…lanjutan paragraf sebelumnya, maaf terputus karena tinta habis… (KW3). hehehe….

 

Hikmah cerita, be like Pa Bambang. Badan Rambo, hati Ridho (Irama) :D.

 

—-dua tokoh UTS dulu ya, hehe…. banyak sosok2 berprestasi, inspiratif dan keren di UTS. Dari teman2 di UTS, saya belajar banyak hal… insyaAllah dengan cara mengenal setiap pribadi yang ada, saya banyak belajar dan merasa diri saya sangat beruntung di tengah2 mereka. I learn a lot about everything, everything!

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My thoughts in Twitter: @andytirtaboy

%d bloggers like this: